Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI daerah penghasil tembakau nomor 5 di Jawa Timur dengan produktivitas 4,7 ribu ton atau 1,02 ton per hektar pada 2022, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memberikan dukungan kepada para petani agar tembakau menjadi komoditi harga mahal sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat di Lamongan.
Salah satu dukungan yang diberikan ialah penyaluran sarana produksi pertanian (Saprodi) atau bantuan hibah kepada petani tembakau di Lamongan, yang meliputi 6 ribu gram bibit tembakau, 301.500 kilogram pupuk ZA, 1.000 unit hand sprayer, 30 unit kendaraan roda tiga, 16 unit alat perajang dan kelengkapannya, 9 unit traktor, 18 unit pompa air, 150 unit para-para, 420 lembar terpal plastik, 20 unit timbangan duduk digital dan peningkatan fsilitas jalan produksi di 33 titik.
Hasil tembakau merupakan komoditas yang termasuk dalam barang kena cukai dan dipungut dengan cara yang legal berdasarkan undang-undang. Sehingga Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau atau disingkat DBH CHT yang dihasilkan akan disalurkan kembali untuk kesejahteraan petani tembakau. Selain disalurkan untuk saprodi, 14 DBH CHT Lamongan juga dialokasikan pada fasilitasi 22 ribu BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk menjamin kesejahteraan petani tembakau.
Baca juga: Bupati Lamongan Ajak Aparatur Pemerintah Tingkatkan Tata Kelola Keuangan
"Fasilitas akan terus kami salurkan sebagai bentuk dukungan kepada petani tembakau di Lamongan. Selain untuk meningkatkam produktivitas tembakau juga untuk menjamin kesejahteraan para petani tembakau," tutur Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat melakukan penanaman perdana tembakau, di Desa Purwokerto Kecamatan Ngimbang, Selasa (6/6).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Mochamad Wahyudi menyampaikan, meskipun sempat terjadi penurunan pada luas lahan tanam tembakau di Lamongan yang didasari oleh perubahan iklim, namun hal tersebut tidak menghalangi 8 Kecamatan yang menjadi daerah penghasil tembakau terbanyak, yaitu Kecamatan Ngimbang, Mantup, Sambeng, Sukorame, Bluluk, Modo, Kedungpring, dan Sugiyo, tetap produktif menanam tembakau varietas Jawa Manilo, Jawa Jinten, dan Virginia di lahan 3.920 hektar.
"Di Lamongan terdapat 8 Kecamatan penghasilan tembakau terbanyak. 54 ribu petani tembakau di Lamongan biasanya menanam tembakau c varietas Jawa Manilo, Jawa Jinten, san Virginia pada bulan April sampai Agustus," terang Wahyudi saat menyampaikan laporan dihadapan 200 perwakilan petani tembakau, OPD pengampu dana bagi hasil cukai terkait, dan mitra tembakau di Kabupaten Lamongan. (RO/S-3)
Kemasan polos mempersulit pengawasan, mempermudah pemalsuan, dan membuat konsumen kesulitan membedakan produk asli dan ilegal.
Tekanan kebijakan yang terus menghantam Industri Hasil Tembakau (IHT) membuat banyak pihak mendesak pemerintah untuk segera menyusun peta jalan IHT nasional yang berkeadilan.
Anggoya Baleg DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto, menyoroti absennya komoditas tembakau dalam daftar sektor potensial untuk hilirisasi yang dipaparkan pemerintah.
Sejumlah tokoh masyarakat dan wakil rakyat menyoroti masuknya agenda Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) dalam regulasi yang disusun oleh Kementerian Kesehatan
Industri tembakau dilemahkan oleh regulasi yang tumpang tindih dan konflik antar kebijakan, yang membuat petani semakin tertekan.
Mantan Direktur Penelitian, Kebijakan & Kerja Sama WHO, Tikki Pangestu, menilai adopsi strategi pengurangan risiko tembakau berjalan sangat lambat.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved