Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Sosial Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, melalui Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama BPBD Kabupaten Sigi serta unsur terkait telah mendirikan posko pengungsian dan dapur umum bagi korban terdampak banjir, Senin (8/5) dini hari, di Desa Sambo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Posko pengungsian didirikan di tempat yang tidak jauh dari lokasi terdampak banjir, yang merusak 10 hektare persawahan, 25 hektare perkebunan, dan merendam 13 rumah warga, serta mengakibatkan 15 KK atau 52 jiwa termasuk bayi, ibu hamil, dan lansia, harus mengungsi.
Posko tersebut sengaja didirikan sebagai bentuk penanganan tanggap bencana, demi memudahkan koordinasi dan pemantauan kondisi para korban terdampak banjir.
Baca juga: Banjir Rendam Ratusan Rumah di Ujungberung Bandung
Bupati Sigi Mohamad Irwan bersama Wakil Bupati Sigi Samuel Yensen Pongi, dan pimpinan SKPD terkait, memimpin rapat untuk membahas penanganan dan penyelesaian sementara bagi korban banjir di lokasi kejadian.
"Penanganan awal itu melakukan pengungsian. Pengungsian itu sudah dibuat sementara, ada teman-teman dari BNPB dan Dinas Sosial dan terkait, kepala desa, camat, bersama-sama yang sudah melaksanakan pengungsian sementara," ujar Bupati Sigi.
Tidak hanya tenda pengungsian, dapur umum dan posko kesehatan juga disiapkan untuk memenuhi ketersediaan makanan bagi para korban terdampak banjir.
Baca juga: Tujuh Desa Terendam Banjir di Nagan Raya
"Karena kalau di pengungsian itu harus ada pemenuhan makan, minum dan kesehatan. Nah, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Baluase sudah turun ke sini. Kemudian dapur umum juga melalui Dinas Sosial dan Badan Bencana bekerja sama dibantu TNI dan Polri," urai Mohamad Irwan.
Menurutnya, situasi tersebut menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pemda Sigi tetap berkomitmen dalam penanganan dan penyelesaian banjir di Desa Sambo.
"Sementara ini kita lihat dulu situasinya sampai kondisi itu membaik. Yang pasti kita akan lakukan penyelesaian banjir untuk sementara ini," tandas Mohamad Irwan. (Z-1)
Dinas Bina Marga sebenarnya sudah mengenal dan mulai menggunakan material beton porus maupun aspal porus yang memiliki kemampuan menyerap air.
Penutupan aktivitas tambang emas rakyat dilakukan dengan melibatkan banyak pihak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DKI Jakarta melaporkan adanya genangan banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota pada Kamis (22/1) pagi.
Kondisi lingkungan yang lembap dan air yang menggenang dapat menjadi media penghantar arus listrik dari instalasi yang tidak terlindungi.
Peristiwa tragis ini terjadi saat keduanya berada di dalam rumah ketika air sungai tiba-tiba meluap dan masuk ke pemukiman dengan cepat.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved