Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Setyo Boedi Moempoeni Harso usai melakukan pengecekan ke Mapolres Jeneponto, usai diserang ratusan orang tidak dikenal (OTK), Kamis (27/4), angkat bicara.
Setyo mengaku, di sana, dia mengumpulkan anggota Polres Jeneponto dan memberikan motivasi, semangat. Juga meminta semua anggota kepolisian bersikap profesional.
"Saya menekankan, kepada semua jajaran di Polres hingga polsek-polsek yang ada di Jeneponto, tetap melakukan operasional pelayanan kepada masyarakat," tegas Setyo.
Baca juga: Mabes TNI Serahkan Sanksi Pelaku Penyerangan Mapolsek Jeneponto ke Kodam Hasanuddin
Dia menambahkan, dari hasil peninjauan di Mapolres Jeneponto usai penyerangan, dari Tim Reserse Kriminal dan Laboratorium Forensik Polda Sulsel melakukan pendataan kerusakan yang terjadi.
"Dilakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) dan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) penanganan kasus kejadian," tambah Setyo.
Baca juga: DPR: Usut Tuntas Penyebab Penyerangan di Mapolers Jeneponto
Dia juga meminta agar seluruh anggota kepolisian tetap menjaga kondusifitas dan menjaga nama baik institusi Polri.
"Tidak perlu melakukan tindakan reaktif menyikapi kejadian tersebut," tegasnya.
Sementara itu, dari pihak TNI yang disebut-sebut sebagai pelaku penyerangan, belum ada konfirmasi sama sekali. Pihak Penerangan Kodam XIV/Hasanuddin, tidak merespon pertanyaan, terkait kejadian di Mapolres Jeneponto, yang diduga dilakukan 100 oknum TNI.
Sebelumnya, Dari laporan yang beredar luas yang mengatasnamakan Kabag Ops Polres Jeneponto, Kompol Abdul Halim disebutkan, terjadi penyerangan terhadap Mapolres Jeneponto yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI yang berjumlah sekitar 100 (seratus) orang.
Ada pun kronologis kejadian menurutnya, Kamis (27/4) pukul 01.45 Wita telah terjadi penyerangan terhadap Mapolres Jeneponto yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI yang berjumlah sekitar 100 (seratus) orang dengan melempari ruangan Si Propam Polres Jeneponto dengan menggunakan batu dan bom molotov yang mengenai ruang si Propam Polres Jeneponto dan Masjid Asy Syurti kemudian para pelaku melakukan pelemparan menggunakan batu kedalam Mapolres Jeneponto serta beberapa kali terdengar beberapa tembakan dari para pelaku penyerangan.
Pada pukul 02.00 Wita terdapat korban tertembak pada bagian perut sehingga personil Polres Jeneponto mengevakuasi korban sambil berusaha menghalau serangan dengan mengeluarkan tembakan peringatan sehingga berhasil mendesak mundur para penyerang, selanjutnya personil Polres Jeneponto berusaha memadamkan api.
Pada pukul 03.00 Wita Kasrem 141/Tp Kolonel Inf Muhammad Arif Suryandaru bersama Dandim 1425/Jp tiba di Mapolres Jeneponto dan ditemui langsung oleh Kapolres Jeneponto AKBP Andi Erma Suryono dan langsung mengecek lokasi kejadian. (LN/Z-7)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada jajaran TNI dan Polri dalam rapat pimpinan (rapim) yang digelar di Istana Kepresidenan, Senin (9/2).
SEJUMLAH kementerian dan lembaga negara membahas penguatan moderasi beragama.
TRUK bermuatan minuman keras (miras) terguling di jalan raya, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Akibatnya, ratusan botol minuman keras berserakan di jalan.
Terletak di kawasan pegunungan Kabupaten Jeneponto, menjadikan Desa Kassi sebagai pertumbuhan agro yang subur dengan curah hujan yang tinggi, sehingga sangat mendukung wisata agro berdiri.
“Tujuan (kegiatan) berupa memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana metode menjaga lingkungan hidup yang secara berkelanjutan,” urai Indra.
Ruang digital sering kali memberikan kebebasan dan kemandirian, sehingga pergaulan langsung yang terkontrol juga sangat diperlukan.
Pembentukan tim gabungan itu dalam rangka untuk mengusut peristiwa penyerangan oleh orang tak dikenal di Markas Polres Kabupaten Jeneponto, Sulsel.
Diminta tidak ada yang menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved