Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
KEPEDULIAN masyarakat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus meningkat. Tak terkecuali para aktivis mahasiswa.
Salah satunya datang dari Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jabodetabeka-Banten.
Menurut Ketua Bidang Parawisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Rusdi Bicara, dinamika yang terjadi di lembaga anti rasuah tersebut harus dijauhkan dari kepentingan-kepentingan politik yang dapat melemahkan penegakkan hukum di tubuh KPK.
Rusdi menyoroti kasus aksi unjuk rasa yang dilakukan atas nama Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) pada Kamis (6/4), di depan kantor KPK. "Aksi tersebut penuh dengan kepentingan dan intervensi politik eksternal," ungkapnya, Jumat (7/4).
Aksi unjuk rasa itu, tambahnya dilakukan oleh oknum-oknum PB HMI yang penuh dengan kepentingan politik praktis. "Aksi dilakukan tanpa ada pembahasan yang dilakukan dalam rapat harian PB HMI. Hal ini telah mencederai mekanisme dan marwah organisasi," tegas Rusdi.
Isu kebangsaan dan keumatan
Menurut dia, seharusnya PB HMI lebih fokus kepada isu-isu Kebangsaan dan isu-isu keumatan didalam maupun di luar negeri. Bukan malah menjadi panitia pelaksana aksi kepentingan kelompok dan golongan tertentu.
"Saya melihat bahwa PB HMI sekarang tidak lagi mengawal isu-isu keumatan dan kebangsaan. Mereka lebih fokus terhadap isu-isu politik yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu. Itu jauh dari nilai-nilai idependensi dan juga idealisme mahasiswa yang dapat mencoreng nama baik organisasi HMI se-Indonesia," tegas Rusdi.
Untuk itu, dia meminta agar Ketua Umum PB HMI menegur oknum-oknum PB HMI yang telah menyeret PB HMI masuk dalam kepentingan politik praktis tersebut.
"Ketua Umum PB HMI harus menegur secara tegas terkait keterlibatan beberapa oknum pengurus PB HMI yang melakukan aksi unjuk rasa di depan KPK. Pasalnya, aksi yang mereka lakukan diduga adalah aksi titipan dan tidak ada instruksi dari ketua umum untuk seluruh kader HMI se-Indonesia," tandasnya.
Karena itu, Badko Jabodetabeka Banten mengutuk keras atas keterlibatan Pengurus Besar HMI yang melakukan aksi yang diduga titipan di depan KPK. Pihaknya mendesak Raihan Ariatama selaku Ketua Umum PB HMI harus menegur dan jika perlu segera mengganti pengurus yang tidak tertib. (N-2)
SETARA institue menngomentari instruksi Prabowo soal pengamanan demo. Tindakan tegas tidak berarti penembakan, tetapi juga blokade teritori dan pencegahan yang serius
Polda Jawa Tengah memastikan situasi di Kota Semarang tetap kondusif pasca aksi unjuk rasa mahasiswa Undip yang digelar damai. 299 orang dari kelompok anarko sudah diamankan
Hingga pukul 18.40 WIB, di bagian lantai atas gedung terlihat mulai runtuh setelah api membakar area gedung. Sementara bagian depan gedung DPRD sudah habis terbakar.
RIBUAN massa mendatangi Gedung Negara Grahadi. Mereka menuntut agar teman mereka yang ditahan di Polrestabes Surabaya segera dibebaskan.
Petugas membubarkan massa dengan cara menembakkan gas air mata.
Setelah aksi massa selesai, petugas diminta segera bergerak melakukan pembersihan di berbagai lokasi yang terkena dampak pembakaran.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved