Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
Petani kopi di Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pantas bersukaria. Saat ini, mereka sedang memasuki panen raya.
Tidak hanya hasil panen yang melimpah, biji kopi yang dihasilkan juga berhasil menembus pasar ekspor. Selain ke negara-negara di timur tengah, kopi dari para petani yang tergabung dalam Koperasi Halu Farm tersebut juga bakal segera merambah pasar di Benua Amerika.
"Volume ekspor ke Amerika belum bisa ditentukan. Kita lihat dulu hasil
panennya nanti. Tapi, sekarang kami sudah menyiapkannya," ucap Rani, 43, petani, Rabu (5/4).
Dia mengatakan, saat ini petani mesti menyiapkan hingga 19 ton green bean hasil panen untuk diekspor ke wilayah timur tengah. Sebelum dikirim, biji kopi itu terlebih dahulu disimpan di gudang penyimpanan di Kampung Citunjang RT 03/01 Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta.
"Panen raya tahun ini kita akan fokus memenuhi permintaan ekspor ke middle east. Dalam waktu dekat kami kirim sebanyak 19 ton kopi green bean ke sana," kata Rani.
Tingginya permintaan ini tidak terlepas dari kualitas biji kopi dari hasil panen dan proses yang baik. Halu Farm memiliki tahapan proses pascapanen yang berbeda dari yang lain sehingga bisa menghasilkan biji kopi yang diminati konsumen di luar negeri.
"Kami di sini menerapkan skema pasca panen, mulai dari fermentasi,
pengupasan, penjemuran, hingga pengemasan. Dalam proses ini tentu terjadi penyusutan hasil panen dari ceri kopi menjadi green bean," ungkap Rani.
Diakuinya, panen kopi tahun ini cukup melimpah dibanding tahun-tahun
sebelumnya. Namun dengan melimpahnya panen, bukan berarti harga kopi jadi anjlok, tapi justru lebih mahal.
"Panen melimpah tapi malah harganya melambung. Dari yang biasa harga ceri kopi Rp13 ribu sekarang harganya menjadi Rp17 ribu," tuturnya.
Selama ini, dari 60 petani yang tergabung dalam koperasi Halu Farm, hanya 15 petani saja yang rutin mengirimkan hasil panen ke koperasi. Sisanya malah menjual kepada tengkulak.
Padahal, koperasi sudah menyiapkan skema yang menguntungkan bagi para
petani. Iming-iming dari tengkulak kopi justru merugikan petani pada jangka panjang, sebab ke depannya mereka akan kesulitan mendapat bibit dan pupuk.
"Padahal selama ini untuk biaya bibit, pupuk, semuanya dibiayai oleh
koperasi," jelasnya. (N-2)
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Meskipun konsumsi kopi atau teh secara umum tidak mengganggu kesehatan secara keseluruhan, Ali menekankan adanya dampak turunan yang perlu diwaspadai.
Studi Harvard selama 43 tahun ungkap rutin minum 2-3 cangkir kopi atau teh sehari dapat kurangi risiko demensia dan melindungi fungsi otak dari kerusakan sel.
Industri kopi melibatkan jutaan tenaga kerja dari hulu ke hilir. Ekosistemnya mencakup petani, pengolah, roaster, distributor, kedai kopi, barista, event, komunitas, dan platform digital.
Kopi berefek diuretik. Bikin sering kencing dan kekurangan cairan jika seharian tidak minum.
Tips cegah bau mulut saat puasa: batasi kopi & manis, cukup air, buah-sayur, sikat gigi setelah sahur flossing, bersihkan lidah; cek gigi aman di Smileworks Jakarta.
Pertanian regeneratif adalah pengelolaan holistik yang berbeda dengan konsep keberlanjutan (sustainable) biasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved