Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
CURAH hujan tinggi rupanya bukan menjadi satu-satunya faktor penyebab bencana banjir yang kerap melanda Kalimantan Selatan (Kalsel). Lingkungan yang kian rusak juga membuat banjir sering terjadi.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Pusat Studi Bencana Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Sidharta Adyatma, Selasa (28/3) yang juga mengatakan sejumlah daerah di Kalsel menjadi langganan bencana hidrometeorologis.
"Ini masalah yang kompleks, pemicunya tidak hanya curah hujan tinggi, juga kondisi daya dukung lingkungan," kata Sidharta.
Baca juga: Cuaca Buruk Berlanjut Pertanian Lahan Rawa di Kalsel Terancam
Sidharta mengatakan sejak periode akhir 2022 hingga saat ini wilayah Kalsel terpengaruh La Nina yang berimbas tingginya curah hujan. Bahkan mendekati curah hujan seperti yang menyebabkan banjir besar pada 2021. Faktor lainnya adalah kondisi tutupan lahan kawasan hutan Pegunungan Meratus yang terus berkurang.
"Di sisi lain pengaruh perilaku manusia justru merusak lingkungan, seperti penebangan, pembukaan lahan besar-besaran, pertambangan, dan perkebunan. Kebijakan pemerintah yang menerbitkan perizinan dan lemahnya penegakan hukum ikut mempengaruhi," tambahnya.
Baca juga: Banjir di Kalsel Mulai Surut, Pengungsi Kembali ke Rumah
Dengan topografi kawasan Pegunungan Meratus berupa lereng-lereng dengan kemiringan sedang-curam, kondisi tutupan lahan hutan dan DAS yang semakin berkurang akan memicu banjir bandang dan longsor. Sementara daerah dataran rendah berbentuk cekungan didominasi lahan rawa.
"Inilah yang menyebabkan sebagian besar wilayah Kalsel rawan banjir bandang di bagian hulu dan banjir yang berlangsung lama di bagian hilir, terlebih saat terjadi pasang laut air sungai melimpas ke permukiman penduduk," tutur Sidharta.
Kegiatan penanaman pohon tidak cukup untuk memulihkan kerusakan lingkungan karena membutuhkan waktu lama. "Perlu upaya yang luar bisa. Mungkin perlu juga berdoa agar curah hujan jangan terlalu tinggi," tutup Sidharta. (Z-6)
DALAM satu dekade 2014-2024 luas hutan alam di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Barito di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan telah berkurang (deforestasi) hingga 29 ribu hektare lebih.
Bencana banjir yang sempat melanda delapan kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan sebagian besar sudah surut.
PRESIDEN RI Prabowo Subianto, meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di Indonesia.
DINAS Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan mengimbau masyarakat agar mewaspadai penyebaran penyakit super flu di tengah kondisi cuaca buruk yang terjadi belakangan ini.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyerahkan Surat Keputusan (SK) bagi 6.398 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
KEPALA Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan, Tiyas Widiarto akhirnya buka suara terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Banjir yang kerap melanda wilayah Karawang tidak lepas dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Seorang remaja berinisial J (19) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di lapangan sepak bola yang terendam banjir
553 kepala keluarga (KK) di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terdampak banjir menyusul jebolnya tanggul Sungai Citarum
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto, Jawa Tengah masih membatalkan sejumlah perjalanan kereta api (KA).
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menyampaikan permohonan maaf pada pengguna atas gangguan perjalanan kereta wisata yang terdampak bencana banjir di jalur Pantura Jawa Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved