Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA mengantisipasi terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dampak musim kemarau, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) telah membentuk Satgas Karhutla.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel Mikron Antariksa mengatakan pihaknya mulai mengantisipasi titik panas atau hotspot yang mulai muncul akibat cuaca yang panas saat puasa ini.
Ia menyebutkan upaya antisipasi dampak dari hotspot ini BPBD Babel sudah menjalin koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Babel.
Baca juga: Kalimantan Tengah Siapkan Dana Rp100 Miliar Untuk Tangani Karhutla
"Karena musim kemarau adalah kekeringan maka penghematan penggunaan air dan antisipasi dengan pemda menyiapkan pasokan air bersih," kata Mikron Jumat (24/3).
Kemudian lanjutnya kedua untuk kebakaran hutan dan lahan, sudah dibentuk satgas kebakaran hutan dan lahan yang dikomandoi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), yang mengadakan patroli.
Baca juga: Menuju Musim Kemarau, Sumbar Bersiaga Hadapi Karhutla
Mikron mengimbau agar masyarakat juga turut serta mewaspadi kondisi ini, agar tidak terjadi kebakaran hutan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan untuk pembukaan perkebunan dan jangan membuang sampah sembarangan terutama puntung rokok," tegas Mikron. (Z-6)
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
CUACA sangat terik di Lembata, Nusa Tenggara Timur, akhir-akhir ini memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin masif.
Target pada tahun 2026 ini semua gerai itu harus berjalan. Untuk saat ini mengupayakan melalui Agrinas, TNI, yang sering kita koordinasikan dari Korem dan Kodim.
Pengelolaan SPBU nelayan berbasis koperasi desa ini merupakan langkah revolusioner dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Bupati Bangka, Fery Insani, telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan perbaikan permanen.
Penyebaran kasus ini menyebabkan dua orang meninggal dunia, termasuk seorang ibu hamil.
Data Dinpanpertan menunjukkan, produksi ayam pedaging di Bangka mencapai 1.209.700 ekor per siklus 55 hari, atau setara 8.027.569 ekor per tahun.
Tingginya kebutuhan telur untuk SPPG tersebut saat ini belum sebanding dengan jumlah peternak ayam petelur lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved