Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAIAN bekas impor (thrifting) menyerbu Jawa Tengah, pelaku industri tekstil terurama UMKM kelabakan karena kalah bersaing.
Pemantauan Media Indonesia di berbagai daerah di Jawa Tengah Minggu (19/3) pakaian bekas impor menyerbu pasaran, bahkan dalam kegiatan pameran resmi seperti Markaz Fest di Plasa Simpang Lima Kota Semarang, Halim Fest di Demak maupun di pasar car Car Free Day berbagai daerah.
Bahkan puluhan pertokoan di Parakan, Kabupaten Temanggung keberadaan pakaian bekas impor menjadi dagangan utama, termasuk juga di lapak dan kios pasar-pasar di Kabupaten Semarang menjadi pemandangan umum penjualan pakai bekas seperti baju, celana, sepatu dan jaket.
Para peminat pakaian bekas impor ini juga cukup meningkat setiap tahun karena selain murah berkisar Rp30.000-Rp150.000 per potong, juga banyak pakaian bermerek. "Harus sabar jika mencari pakaian bekas impor ini, selain cocok ukuran dan model juga jika beruntung menemukan branded," ujar Rina, 30, salah seorang pembeli ditemui di sebuah kios Parakan, Temanggung.
Hal serupa diungkapkan Faiz,40, warga Kota Semarang yang mengaku memburu pakaian bekas impor hingga ke berbagai daerah, selain harga murah juga banyak kualitas baik serta bermerek. "Kadang dipakai untuk keluarga, tapi sering dijual lagi melalui daring," imbuhnya.
Seorang pedagang pakaian bekas impor Margono, 45, secara terpisah Minggu (19/3) mengatakan selain memiliki toko di Wonosobo dan Temanggung menjual pakaian bekas ini, juga berkeliling ke pasar-pasar atau tempat keramaian di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Bermodal sebuah mobil box, lanjut Margono, pakaian bekas impor tersebut selain untuk memenuhi dagangan fi toko sendiri, juga dikelilingkan ke daerah lain. "Kita dapat dagangan dari berbagai daerah Bandung, Semarang dan Surabaya, belinya secara karungan jadi setiap karung ada yang baik tapi ada yang jelek," imbuhnya.
Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah Dewanto Kusuma Wibowo mengatakan penjualan pakaian bekas impor meresahkan pelaku industri tekstil di dalam negeri, sehingga meminta ketegasan pemerintah dalam menyikapi hal ini. Pengawasan Bea Cukai (BC) sebagai pintu masuk barang-barang bekas ini dipertanyakan.
"Thrifting cukup mengganggu teman-teman yang ada di industri tekstil terutama di kalangan UMKM yang bersinggungan secara langsung," kata Dewanto Kusuma Wibowo.
Pihaknya menyambut baik langkah tegas pemerintah, lanjut Dewanto, termasuk dari pihak kepolisian yang akan bekerja sama dengan BC untuk memberantas menyikapi keberadaan penjualan baju bekas ini.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ungkapnya, impor baju bekas meroket 607,6 persen per 2022 dan impor bahan rayon juga melonjak sebesar 325 kali lipat. "Ini perlu perhatian serius," imbuhnya.
Sementara itu secara terpisah Anggota DPR Dapil Jateng II (Demak, Kudus dan Jepara) Abdul Wachid Sabtu (18/3) malam mengaku kaget dengan gelaran Halim Fest yang memfasilitasi bisnis baju impor bekas (thrifting).
Impor pakaian bekas sudah dilarang di Indonesia, ujar Abdul Wachid, hal itu sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 40/2022 tentang Perubahan atas Permendag No 18/2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.
"Dulu periode 2014 - 2019 sewaktu saya masih di Komisi VI DPR kenceng soal ini, kita desak agar ada regulasi yang melarang, tapi ternyata di lapangan muncul lagi," kata Abdul Wachid. (N-3)
Masuknya impor pakaian bekas sangat berdampak. Bukan hanya bagi kesehatan, melainkan juga bagi industri tekstil, termasuk UMKM konveksi.
Langkah paling efektif untuk menangani maraknya produk thrifting adalah dengan menghentikan masuknya barang-barang tersebut ke Indonesia
PEMERINTAH memastikan pedagang pakaian impor bekas dapat tetap melanjutkan usaha dengan produk yang berbeda.
Bila selama ini hukumannya hanya pemusnahan barang dan ditindak pidana, ke depan pelaku akan dimasukkan daftar hitam.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI Imas Aan Ubudiyah mendukung penuh langkah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk menghentikan impor pakaian bekas yang berujung thrifting
Meski kebijakan ini ditujukan untuk melindungi produsen tekstil lokal dari gempuran produk murah impor, tren thrifting masih diminati masyarakat, terutama kalangan muda.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Pasokan sering kosong karena tidak adanya panen di sejumlah sentra pertanian akibat intensitas hujan tinggi.
SEJUMLAH pedagang mengeluhkan harga sejumlah komoditas pangan yang masih mahal saat Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pasar Jagasatru.
Keterbatasan pada aspek kemasan, pengelolaan merek, dan strategi pemasaran membuat produk unggulan desa tersebut belum mampu bersaing di pasar modern maupun digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved