Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAYAAN Prosesi Semana Santa dan Festival Bale Nagi 2023, yang akan dilaksanakan di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara timur (NTT) tinggal sebentar lagi. Namun, masih banyak insfraktutur yang masih belum diperbaiki oleh Pemda setempat menjelang dua agenda besar tahunan tersebut. Salah satunya adalah penerangan lampu jalan dan lampu pada taman Lota Laratuka yang hingga saat ini belum tersentuh.
Terlihat di sejumlah titik ruas jalan dalam kota masih saja terlihat gelap gulita. Bahkan, menurut masyarakat Larantuka, pada malam hari, kota itu nampak seperti kota mati.
Bukan hanya pada ruas jalan tiga, namun pada jalur utama tepatnya pada ruas jalan Niaga juga masih sangat masih minim penerangan.
Baca juga: Semana Santa Larantuka Dihelat Kembali, Pemda Flotim Siapkan Penginapan
Selain itu, salah satu ikon pariwisata yang ada di pusat kota yaitu Taman Kota Felix Fernandes pada malam hari terlihat sangat gelap karena tidak ada satupun lampu penerangan di dalam taman yang berfungsi.
"Miris sekali, Kota Larantuka ini pada malam hari terlihat seperti kota mati," ungkap Vinsensius, salah satu warga Kota Larantuka, Rabu (15/3).
Lebih lanjut, ia mengatakan Kota Larantuka sebentar lagi akan menjadi tuan rumah perayaan prosesi Semana Santa dan Festival Bale Nagi 2023,
Baca juga: Destinasi Wisata Asam Satu Beach Weri Larantuka tidak Terurus
Seharusnya, lanjut Vinsensius, pemerintah setempat sudah mempersiapkan segala fasilitas pendukung, salah satunya lampu penerangan jalan.
"Bagaimana mau menjadi tuan rumah yang baik kalau penerangan saja masih minim seperti ini, atau pemerintah sengaja mau tunjuk ke para peziarah dan para bahwa ini karena kurangnya suplai dana dari pusat kah?" tanyanya.
Dirinya menyoroti pernyataan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Flotim, beberapa waktu lalu, bahwa akan segera memasang beberapa titik lampu PJU di ruas jalan dalam kota Larantuka.
"Saya pernah baca tulisan di salah satu media bahwa Pak Kadis Perhubungan berjanji akan memasang beberapa lampu PJU dalam waktu dekat dengan anggaran Rp1 miliar tapi mana buktinya jangan hanya berkoar di media saja," ujar Hendrikus.
Sementara itu, aktivis sosial Noben Dasilva kepada media lebih menyoroti minimnya penerangan di taman kota Felix Fernandes Larantuka yang sering dijadikan tempat pacaran dan tempat mabuk miras oleh muda mudi.
"Kalau hanya sekedar duduk cerita ngobrol tidak apa apa, tetapi bagaimana kalau sampai mengarah ke hal yang tidak benar," tanya Noben.
Oleh karena itu, aktivis sosial tersebut meminta dinas terkait untuk bisa segera memperbaiki lampu-lampu yang sudah rusak pada taman kota Felix Fernandes.
"Kalau tidak salah pernah ada lampu yang dipasang di pinggir pantai di taman kota itu, tetapi sekarang sudah tidak menyala, itu lampu lampunya mungkin sudah rusak yah dinas terkait tolong segera diperbaiki," pungkas Noben. (Z-1)
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menegaskan bahwa tragedi siswa bunuh diri di NTT tersebut tidak seharusnya terjadi.
Ibadah Jumat Agung berlangsung di 9.000 gereja yang tersebar di seluruh NTT.
USKUP Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menyukseskan pelaksanaan Semana Santa 2025.
SEBUAH kapal yang membawa BBM Pertamina terbakar di Pelabuhan Laut Larantuka, Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ratusan umat Katolik Santo Markus Waimana satu berkumpul untuk merayakan Hari Kenaikan Isa Almasih di Gereja Santo Markus Waimana satu, Larantuka, NTT.
Oknum polisi di Flores Timur Melakukan Kekerasan Terhadap Dua Anak Buah Kapal karena Masalah Kembalian Uang Sebesar Rp25 ribu
Merayakan HUT Ikahi, Pengadilan Negeri Larantuka dan Sekretaris Pengadilan Agama Larantuka memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat di pelosok Kabupaten Flores Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved