Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari, Sulawesi Tenggara, menyiapkan sejumlah personel di Markas Komando (Mako) Polresta Kendari untuk bersiaga ketika bencana datang melanda di daerah ini.
Kapolresta Kendari Kombes Pol. Muhammad Eka Fathurrahman di Kendari Senin, (6/3), mengatakan mereka bersiaga di Mapolresta Kendari untuk sewaktu-waktu bisa langsung bergerak memberi bantuan.
Selain menyiagakan personel, orang nomor satu di Polresta Kendari itu juga mengatakan bahwa pihaknya mengecek peralatan SAR terbatas di Mapolresta Kendari.
"Pengecekan personel dan peralatan SAR terbatas," tutur Muhammad Eka.
Ia menuturkan kedua hal itu dalam rangka penanggulangan bencana alam akibat cuaca buruk beberapa hari lalu.
"Dalam rangka penanggulangan bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor di wilayah hukum Polresta Kendari," jelasnya.
Mantan Direktur Reserse Narkoba (Resnarkoba) Polda Sultra itu mengatakan peralatan SAR terbatas di Polresta Kendari, yakni perahu kano sebanyak 5 unit, dayung sebanyak 10 buah, baju pelampung 10 buah, dan pelampung 10 buah.
"Selain itu, helm 10 buah, mesin senso 10 dua unit, mobil trek 2 unit, mobil dobel kabin 1 unit, mobil Raisa 1 unit, motor trail 5 unit, ambulans 1 unit, dan bus ada 1 unit," ungkapnya.
Kombes Pol. Muhammad Eka Fathurrahman juga mengatakan bahwa seluruh personel di Mako Polresta Kendari akan selalu siap siaga dalam melakukan operasi penanggulangan bencana alam yang terjadi di wilayah hukumnya.
Ia juga mengimbau masyarakat Kota Kendari agar selalu menjaga diri dan lebih berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas di luar rumah.
"Masyarakat agar selalu siaga dan selalu memperhatikan keselamatan diri ketika beraktivitas di luar rumah," tuturnya.
(X-9)
KM Cahaya Intan Celebes GT 44 tenggelam di Perairan Poleang, Bombana, Sulawesi Tenggara akibat kebocoran dan gelombang tinggi.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Musyawarah Provinsi (Muprov) VIII.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di area parkir eks MTQ Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Serangkaian temuan penting terkait praktik pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara menjadi sorotan utama.
Kawasan Indonesia Timur, termasuk Cekungan Manui, memiliki banyak cekungan sedimen dengan potensi sistem petroleum aktif dan akumulasi hidrokarbon yang signifikan.
PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Tenggara bersama PT Bank Tabungan Negara (BTN) menggelar Bale Properti Expo 2025 di Kendari, Kamis (18/9).
Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan aparat penegak hukum agar tidak menggunakan hukum sebagai alat untuk menyerang lawan politik.
Mayoritas publik atau sekitar 67 persen percaya bahwa penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi mengurangi independensi kepolisian.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan efektivitas kerja kepolisian karena memperpanjang rantai birokrasi dan membuka ruang intervensi.
Menurut Fauzan, wacana pembentukan kementerian khusus yang membawahi kepolisian justru berisiko menambah kerumitan birokrasi.
Sifat rekomendasi tersebut cenderung konvensional dan sudah umum dikenal dalam diskursus reformasi kepolisian di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved