Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MEWABAHNYA kasus virus Avian Influenza (AI) atau biasa disebut flu burung menjadi perhatian sejumlah pihak, termasuk di Kebun Binatang Bandung yang memiliki 300 unggas mulai dari endemik hingga eksotik.
Humas Kebun Binatang Bandung Sulhan Syafi'i mengatakan sudah melakukan pencegahan mulai dari penyemprotan disinfektan hingga pembersihan kandang unggas secara rutin.
"Alhamdulillah sejak pandemi covid-19 selalu melakukan bio Security (penyemprotan disinfektan). Jadi kalau ada virus-virus yang menempel itu akan mati di situ," kata Sulhan di Bandung, Sabtu (4/3).
"Kita memiliki sekitar 300 unggas berbagai jenis dari yang endemik hingga eksotik seperti burung Macau. Kalau yang endemik ada Kakatua, Merak itu kandangnya selalu dilakukan pembersihan," imbuh pria yang karib disapa Aan.
Sementara itu, untuk tetap menjaga kesehatan hewan selalu diberikan vaksinasi hingga tambahan vitamin khususnya kepada burung unggas. Itu memang standar (SOP), apalagi kalau musim hujan seperti saat ini, ada vitamin-vitamin khusus yang selalu berikan kepada hewan.
Maka dengan hal itu, kepada para calon pengunjung Kebun Binatang Bandung tak perlu khawatir sebab pihaknya sudah menerapkan standar kesehatan kepada hewan secara rutin.
Baca juga: Flu Burung Menyebar ke Sejumlah Kabupaten di Kalsel
Ditempat terpisah, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat (Jabar) meminta masyarakat khususnya yang sering mengonsumsi unggas seperti ayam, untuk tidak khawatir di tengah merebaknya kasus flu burung. Kepala bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Jabar Supriyanto mengatakan virus flu burung ini tidak akan menular kepada manusia jika saat dikonsumsi dilakukan pengolahan dengan baik.
"Virus ini kalau diolah dengan baik itu tidak akan terjadi apa-apa kepada manusia, dan tidak menular khususnya dari olahan, penyakit flu burung ini tidak mudah melakukan penularannya kepada manusia. Jadi masyarakat jangan terlalu khawatir khususnya jika mengonsumsi olahan dari unggas seperti ayam," ungkap Supriyanto.
Supriyanto menjelaskan, penularan virus flu burung kepada manusia memiliki proses yang sangat panjang, tapi dampak jika sudah tertular itu akan langsung mengalami flu yang dibarengi unggas mati mendadak dengan jumlah yang banyak.
Ia meminta kepada masyarakat jika menemukan hewan khususnya berjenis unggas mati secara mendadak dengan jumlah yang banyak diharapakan tidak langsung menyentuhnya.
"Selain itu, jika masyarakat mengalami gejala flu yang dibarengi dengan banyaknya unggas yang mati mendadak di sekitarnya, kami minta agar langsung melakukan pengecekan baik ke fasilitas kesehatan maupun Dinas kesehatan (Dinkes) setempat," tukasnya.(OL-5)
“1 Meja Seribu Rasa”, Rekomendasi Buka Puasa Hotel dengan Ragam Cita Rasa Nusantara & Timur Tengah
Sebagai bagian dari ARTOTEL Group yang mengusung konsep art, lifestyle, and experiential hospitality, De Braga by ARTOTEL terus mengembangkan pendekatan kreatif.
Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa berada pada koordinat 6,88 Lintang Selatan dan 107,79 Bujur Timur, atau sekitar 14 kilometer timur Kota Bandung
Grand Pasundan Convention Hotel berpartisipasi dalam pameran Heritage Wedding Bride 2026 di BCC Bandung, menawarkan beragam venue pernikahan dan promo wedding package menarik.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Bandung Barat selama dua hari berturut-turut memicu pergeseran tanah skala besar.
Operasi ini bertujuan untuk memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
Tes laboratorium memastikan angsa-angsa itu mati karena penyakit yang sangat patogen strain H5N1 dari H5 virus flu burung.
Pemerintah pusat mengadakan pertemuan dengan para menteri terkait di Tokyo untuk memastikan kerja sama yang erat antar instansi dalam menangani kasus flu burung yang merebak di Hokkaido.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan virus influenza D memiliki karakteristik zoonosis seperti Flu Burung atau virus Nipah.
Selandia Baru bersiap menghadapi ancaman flu burung H5N1 dengan memvaksinasi burung langka seperti kakapo.
Kolaborasi bernama BICOLLAB ini berlangsung selama tiga tahun dan bertujuan meningkatkan kemampuan diagnostik, sistem kualitas, dan prosedur biosafety di BBVet Wates.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved