Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
HIMPUNAN Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berencana akan menyesuaikan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram di tingkat agen dan pangkalan. Tujuan penyesuaian HET agar tak terjadi penaikan harga di tingkat eceran.
Ketua Hiswana Migas Kabupaten Cianjur, Hedi Permadi Boy, menjelaskan rencana penyesuaian HET elpiji 3 kg bukan hanya di Kabupaten Cianjur, tapi di beberapa daerah lain sudah melaksanakannya. Dengan penyesuaian tersebut, kata Hedi, maka ke depan tidak bakal terjadi kenaikan harga di tingkat penjualan eceran.
"Intinya, (penyesuaian) insya Allah tidak ada kenaikan di tingkat warung. Jadi penyesuaian ini di tingkat agen dan pangkalan," kata Hedi kepada wartawan, Selasa (21/2).
Hedi tak memungkiri harga jual elpiji 3 kg di tingkat eceran atau warung sejak dulu tidak merata. Hedi menyebutnya kondisi tersebut seperti membereskan benang kusut.
"Dari dulu memang (harga) di tingkat warung tidak merata. Bukan hanya di Kabupaten Cianjur, di beberapa daerah lain pun harga jual di tingkat warung tidak merata. Padahal dari pangkalan itu harganya semua sama," tuturnya.
Hedi menuturkan harga jual elpiji 3 kg di tingkat agen ke pangkalan sebesar Rp16 ribu per tabung. Dari pangkalan ke pengecer sejatinya dijual kisaran Rp19 ribu-Rp20 ribu per tabung.
"Margin di warung itu, karena jumlahnya sedikit, Rp4 ribu-Rp5 ribu, hal yang wajar. Tapi namanya usaha warungan, ada kan yang ingin untuk Rp7 ribu, Rp9 ribu, Rp10 ribu," ujarnya.
Karena itu, sebut Hedi, perlu kesamaan persepsi agar penyesuaian harga elpiji 4 kg dipahami bersama. Setiap agen diinstruksikan mengundang pangkalan yang jadi binaan untuk menyosialisasikan penyesuaian harga tersebut.
"Untuk antisipasi, nanti setiap pangkalan juga harus menyertakan harga eceran tertinggi ke masyarakat di setiap warung. Jadi jangan sampai ada kenaikan harga di tingkat warung. Insya Allah engga ada," tegasnya.
Hiswana Migas, kata Hedi, akan membentuk tim satgas yang akan menyosialisasikan penyesuaian harga hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Sosialisasi diawali dari pangkalan yang akan diberikan arahan jangan sampai ada kenaikan harga di tingkat eceran atau warung karena sudah memiliki keuntungan cukup besar.
"Kita sudah mewanti-wanti beberapa kali. Agen-agen memanggil semua pangkalan," pungkasnya.
Kepala Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskumindag) Kabupaten Cianjur, Tohari Sastra, mengaku sudah membahas soal rencan penyesuaian harga elpiji 3 kg dengan Hiswana Migas, Bagian Ekonomi, serta Komisi B DPRD Kabupaten Cianjur. Pada prinsipnya, penyesuaian harga berlaku di tingkat agen dan pangkalan.
"Sehingga nanti di tingkat konsumen atau eceran di warung-warung tidak terjadi kenaikan harga. Ini yang jadi kekhawatiran. Makanya, perlu ada solusi agar di agen dan pangkalan bisa saja harganya disesuaikan," terang Tohari.
Skema penyesuaian HET elpiji sudah dilaksanakan sejumlah daerah di Jawa Barat. Di antaranya di wilayah Bogor, Sukabumi, dan daerah lainnya.
"Jadi kami harapkan harga di daerah yang satu dengan daerah lainnya di Cianjur tidak terjadi ketimpangan. Jangan terlalu jauh harganya. Misalnya di wilayah utara tengah, dan selatan jtu harganya berbeda. Di selatan misalnya, karena di sana belum ada SPBE (Stasiun Pengisian Bulk dan Elpiji), sehingga otomatis berkaitan dengan cost (biaya)," ujarnya.
Tohari menyebut SK penyesuaian harga elpiji 3 kg di tingkat agen dan pangkalan sudah ditandatangani Bupati Cianjur. Rencananya penerapan penyesuaian harga akan diberlakukan Maret. "Saat ini masih dalam tahap sosialisasi," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: Masyarakat Kota Sukabumi Didorong Manfaatkan Pekarangan Jadi Lahan Pangan
KELANGKAAN dan lonjakan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi 3 kilogram kini mulai meresahkan warga di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Langkah tegas PT Pertamina dalam memberantas praktik pengoplosan tabung gas elpiji 3 kilogram dan distribusi BBM yang tidak sesuai peruntukan menuai apresiasi.
PERTAMINA Patra Niaga bersama Bank Indonesia berkolaborasi menerapkan sistem pembayaran digital QRIS di pangkalan gas elpiji 3 kg.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menilai perbedaan data antara Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM menjadi tanda krisis koordinasi.
"Total kita siapkan 1.120 tabung gas elpiji 3 kg, harga sesuai HET Rp18 ribu per tabung,"
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan aturan baru dalam pembelian gas elpiji 3 kilogram (kg).
Penanganan kasus terkait PJU Cianjur oleh Kejaksaan Negeri Cianjur dinilai sangat sarat kriminalisasi.
fluktuasi harga berbagai komoditas pangan dipengaruhi faktor pasokan dan permintaan.
Penanganan dinilai lebih menyerupai upaya kriminalisasi terhadap kesalahan administrasi daripada pembuktian tindak pidana murni.
Pencetakan SPPT merupakan kegiatan rutin tahunan yang nanti akan didistribusikan kepada para wajib pajak.
Pengelola PKBM harus berjuang mencetak SDM yang berdaya saing. Langkah itu sejalan dengan semangat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari sektor pendidikan.
HARGA sejumlah komoditas pangan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merangkak naik mendekati Ramadan 1447 Hijriah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved