Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Diduga Ada Permainan, Kelangkaan Bikin Harga Gas Elpiji Bersubsidi 3 Kg Melambung

Akhmad Safuan
25/2/2026 22:21
Diduga Ada Permainan, Kelangkaan Bikin Harga Gas Elpiji Bersubsidi 3 Kg Melambung
Penambahan pasokan elpiji 3 kilogram di sejumlah daerah di Pati Raya diharapkan dapat mengantisipasi kekurangan dan melambungnya harga(MI/Akhmad Safuan )

KELANGKAAN dan lonjakan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi 3 kilogram kini mulai meresahkan warga di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Setelah sebelumnya terjadi di Jepara, kini harga gas melon di sejumlah wilayah Pati dilaporkan melambung hingga Rp30.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Warga Kesulitan Memasak di Bulan Ramadan

Memasuki bulan Ramadan 2026, warga di Kecamatan Gunungwungkal dan Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan gas melon. Kelangkaan ini memaksa warga berburu hingga ke desa-desa tetangga demi memenuhi kebutuhan memasak.

Astuti, salah satu warga Kecamatan Gunungwungkal, mengaku harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan satu tabung gas. "Saya sampai mencari elpiji 3 kg hingga keliling desa. Jikapun ada, harganya melambung jadi Rp30.000, dari biasanya Rp22.000 sampai Rp23.000 per tabung," ungkapnya, Rabu (25/2).

Hal senada disampaikan Mawardi, warga Gembong. Ia terpaksa merogoh kocek lebih dalam karena stok di tingkat pengecer sekitar rumahnya kosong melompong. "Sudah muter-muter baru dapat di jarak cukup jauh dengan harga tinggi," keluhnya.

Catatan Redaksi: HET (Harga Eceran Tertinggi) resmi Elpiji 3 kg di pangkalan adalah Rp18.000. Masyarakat diimbau membeli langsung di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai aturan pemerintah.

Respons Pertamina: Stok Ditambah, Ada Indikasi Permainan Harga

Menanggapi situasi ini, PT Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Communication, Relations, and CSR Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyatakan bahwa pihaknya sebenarnya telah mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan dengan menambah pasokan di wilayah Pati Raya.

"Sebenarnya masalah elpiji 3 kg sudah kita tambahkan pasokannya pada tanggal 17 Februari lalu dan kemudian 25 Februari hari ini," ujar Taufiq.

Menurutnya, dengan penambahan stok tersebut, seharusnya tidak terjadi kelangkaan. Terlebih, harga di tingkat pangkalan resmi tetap stabil sesuai HET yakni Rp18.000 per tabung. Taufiq mensinyalir adanya oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan pribadi.

Monitoring Wilayah Terdampak

Berdasarkan hasil monitoring Pertamina, indikasi kelangkaan dan permainan harga ini terkonsentrasi di wilayah tertentu di Pati Raya, seperti Blora, Grobogan, dan beberapa wilayah di bagian timur Pati.

"Ini menunjukkan indikasinya adalah selain peningkatan permintaan di tempat tersebut, juga ada indikasi ulah pihak yang sengaja memainkan harga," tegas Taufiq. Pertamina berkomitmen untuk terus memantau distribusi agar harga kembali stabil dan pasokan terserap tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. (AS/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya