Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA Sukabumi, Jawa Barat, meningkatkan kewaspadaan penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, sejak awal 2023 hingga pertengahan bulan ini, kasus DBD di Kota Mochi itu cenderung meningkat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Wita Darmawanti, mengatakan berdasarkan data yang tercatat, kurun sebulan terakhir terdapat 43 kasus DBD. Dari jumlah kasus itu, terdapat satu orang pasien yang meninggal dunia. "Memasuki tahun ini kasus DBD di Kota Sukabumi cenderung meningkat," kata Wita, Selasa (14/2).
Satu orang pasien DBD yang meninggal dunia tercatat masih anak-anak. Pasien itu merupakan warga Kecamatan Warudoyong. "Kasus DBD tersebar di sejumlah wilayah," ujarnya.
Wita tak memungkiri, kurun tiga tahun terakhir kasus DBD di Kota Sukabumi trennya cenderung meningkat. Berdasarkan data dinkes setempat, pada 2020 terdapat 651 kasus, kemudian pada 2021 sebanyak 427 kasus.
"Lonjakan signifikan terjadi pada 2022. Terdapat 1.028 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 13 orang," ungkap Wita.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini, potensi penyebaran DBD cenderung rawan. Pasalnya, genangan air hujan bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan penyebab DBD. "Kami terus berupa melakukan upaya penanggulangan dan pencegahan," terang Wita.
Di antara upaya itu yakni melakukan fogging serta mengedukasi masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). "Terpenting, mereka harus bisa melakukan gerakan PSN atau pemberantasan sarang nyamuk," kata Wita.
Upaya lainnya dilakukan dengan mengajak masyarakat menerapkan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J). Implementasinya dengan mengoptimalkan anggota keluarga menjadi juru pemantau jentik (Jumantik) di masing-masing rumah.
"Kami juga mengaktifkan kelompok operasional penanggulangan DBD di tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota. Dengan berbagai upaya itu diharapkan mampu menekan jumlah kasus DBD," pungkasnya. (OL-15)
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Kasus leptospirosis di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meningkat tajam sepanjang 2025. Sebaliknya, kasus demam berdarah dengue (DBD) justru mengalami penurunan.
Cek jadwal imsakiyah Jawa Barat Rabu 18 Februari 2026: Imsak pukul 04.30 WIB, Subuh 04.40 WIB, Magrib 18.15 WIB. Persiapkan sahur dan buka puasa dengan tepat.
Bangunan rumah yang dulu jadi tempat, berlindung, kini hanya menyisakan kenangan dan puing-puing.
Masyarakat bisa menghubungi layanan call center atau komunikasi khusus pada nomor 085775211755. Operator nomor tersebut nanti akan memandu masyarakat yang memerlukan bantuan.
Wakaf yang dikelola secara profesional dan produktif akan memberikan dampak jangka panjang.
KELURAHAN Cisarua di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Petugas BPBD Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimcam setempat langsung mendatangi lokasi. Mereka melakukan evakuasi dan pengamanan area sekaligus asesmen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved