Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH personel kepolisian dari Satuan Samapta Polres Sukabumi, Jawa Barat, dikerahkan untuk mengevakuasi pohon berukuran besar yang tumbang dan menutup jalur alternatif Cikidang-Palabuhanratu tepatnya di Tanjakan Cisarakan, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (13/2).
"Tidak ada korban luka maupun jiwa pada kejadian ini, karena saat pohon jenis Kisireum tumbang atau sekitar pukul 19.20 WIB kondisi jalan
tengah sepi atau tidak ada kendaraan yang melintas," kata Kasat Samapta Polres Sukabumi AK Roni Haryanto di Sukabumi, Senin.
Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, pohon kisireum dengan diameter sekitar 50 cm dan tinggi 15 meter ini tiba-tiba tumbang yang diduga akibat tanah sudah terlalu labil akibat setiap hari diguyur hujan deras sehingga tercabut sampai akarnya.
Batang pohon yang tumbang itu melintang di tengah jalur alternatif Cikidang-Palabuhanratu atau tepatnya di Tanjakan Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu.
Baca juga: Polresta Cirebon Beri Penghargaan 4 Pelajar Tangkap Jambret
Dampak dari kejadian ini jalur alternatif itu tidak bisa dilalui kendaraan baik dari arah Cikidang maupun Palabuhanratu, sehingga arus lalu lintas dialihkan sementara hingga evakuasi selesai.
Roni mengatakan hingga saat ini atau sekitar pukul 21.00 WIB personelnya masih berada di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan mengevakuasi batang pohon yang masih menutup jalan. Namun untuk arus lalu lintas sudah berangsur normal.
"Kami mendapat laporan adanya pohon tumbang yang menutup Tanjakan Cisarakan dan saya langsung mengumpulkan personel sabhara untuk
mengevakuasi pohon itu," tambahnya.
Di sisi lain, Roni mengimbau kepada masyarakat khususnya pengendara yang hendak melalui jalur alternatif Cikidang-Palabuhanratu untuk selalu waspada dan berhati-hati, karena selain kondisi jalannya banyak terdapat tanjakan curam dan turunan tajam serta menikung juga rawan terjadi pohon tumbang dan longsor. (Ant/OL-16)
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Di Kabupaten Karawang dampak banjir cukup luas, yakni melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Pendapatan normal Jawa Barat di angka Rp26,9 triliun.
BUPATI Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kabar soal ratusan korban akibat adanya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak benar.
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved