Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem masih mengancam sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan hingga tiga hari mendatang. Cuaca buruk dipicu beberapa faktor yakni fenomena Maden Jullian Oscillation (MJO), siklon tropis Freddy dan belokan angin.
Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Sutikno mengatakan ada sejumlah daerah di Jateng selatan yang terancam cuaca buruk. Kondisi cuaca buruk yang terjadi ditandai dengan curah hujan tinggi disertai potensi angin kencang.
"Dalam periode tiga hari ke depan berpotensi cuaca ekstrem. Sehingga bisa menimbulkan bencana hidrometeorologi. Di antaranya banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung," ujarnya Kamis (9/2).
Karena itu, pihaknya mengimbau terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi. Menurut Sutikno cuaca buruk dipicu sejumlah faktor. Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, terdapat potensi peningkatan pertumbuhan awan hujan dan cuaca signifikan di sebagian wilayah Indonesia, khususnya Jateng.
"Pemicunya adalah fenomena Maden Jullian Oscillation (MJO) terpantau aktif. Kemudian ada siklon tropis Freddy yang terdapat di Samudera Hindia selatan Jawa Timur. Selain itu juga ada elokan angin di wilayah Jawa Tengah yang didukung dengan kelembaban udara yang relatif cukup tinggi dan labilitas lokal yang cukup labil," jelasnya.
Daerah yang terancam pada 10 Februari adalah Cilacap, Banyumas, Purblingga dan Kebumen. Kemudian pada 11 Februari adalah Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Kebumen, dan Purworejo. “Dan pada 12 Februari, wilayah Jateng selatan yang terancam yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen dan Purworejo," katanya. (OL-15)
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
INTENSITAS cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak serius pada sektor industri maritim.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
BMKG menyebut, kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Memasuki siang hari, sebagian besar Jakarta mulai turun hujan kecuali Jakarta Barat yang akan berawan dan Kepulauan Seribu yang akan turun hujan disertai petir.
Untuk wilayah DKI Jakarta, hujan diproyeksikan masih akan terjadi selama satu pekan ke depan.
BMKG memprediksi kondisi cuaca cerah berawan akan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Memasuki siang hari, sebagian besar wilayah Jakarta akan berawan kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan turun hujan ringan.
BMKG kembali mengeluarkan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved