Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PESISIR pantai Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diterjang gelombang pasang atau banjir rob sejak tiga hari terakhir. Sejumlah bangunan yang berada di bibir pantai pun ikut terdampak.
Tim Relawan Jakarta Rescue Unit Palabuhanratu, Asep Edom Saepulloh, menerangkan naiknya air laut di pesisir pantai Palabuhanratu terpantau terjadi sejak Minggu (5/2). "Sudah hari ketiga kejadiannya. Ombak besar datangnya malam hari. Gelombang pasang atau banjir rob-nya itu sekitar jam 7 atau pukul 19.00 WIB ataupun kisaran pukul 20.00 WIB," kata Asep dihubungi Media Indonesia, Rabu (8/2).
Hingga kini, kata Asep, hasil pendataan di lapangan, naiknya gelombang air laut menyebabkan tiga bangunan warung di bibir pantai mengalami rusak berat. Beberapa bangunan warung lain kondisinya rusak ringan. "Tiga bangunan warung yang rusak berat rata dengan tanah. Tidak tersisa," tegas Asep.
Kondisi saat ini diperparah juga dengan terjadinya cuaca ekstrem. Akhir-akhir ini berhembus angin kencang sehingga tak sedikit atap bangunan warung di bibir pantai beterbangan. "Tiga hari terakhir angin kencang terus dari arah laut. Atap beberapa warung beterbangan," tuturnya.
Sejauh ini tidak dilaporkan ada korban luka pada kejadian tersebut. Asep mengaku sejak awal sudah mengantisipasi bakal terjadinya gelombang pasang berdasarkan informasi dari BMKG.
"Kami sering mengimbau masyarakat, terutama yang ada di sepanjang pantai untuk waspada dan hati-hati. Terutama saat berada pada jam air pasang," pungkasnya. (OL-15)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Upaya menjaga ekosistem pesisir dan laut terus digencarkan lewat Gerakan Penanaman Mangrove Serentak Mageri Segoro 2025, yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Geografi yang unik menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai pengelola salah satu ekosistem terpenting di bumi, tetapi juga sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim.
Masyarakat yang tinggal di pesisir Kota Cirebon, Jawa Barat, diminta mewaspadai potensi rob beberapa hari ke depan.
Tanaman tersebut tidak hanya berupa tanaman hias. Terdapat pula tanaman yang memiliki nilai tambah secara ekonomi dengan media hidroponik.
Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menanam lebih dari 50.000 pohon mangrove di 14 lokasi berbeda secara serentak.
Para pengurus HAPPI yang baru saja dilantik diharapkan berperan dan ambil bagian dalam kebijakan pembangunan kelautan dan kemaritiman Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved