Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMKAB Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng) mengalokasikan anggaran Rp70 miliar hingga Rp80 miliar untuk penanganan tengkes atau stunting. Dari alokasi tersebut, Rp25 miliar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes). Masih ada pendukung lainnya yakni pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH) senilai Rp9 miliar dan Dinas Ketahanan Pangan Rp686 juta.
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan bahwa pemkab serius dalam menangani tengkes. Dengan menggunakan APBD, pemkab mengalokasikan dana penanganan stunting senilai Rp25 miliar. Dana tersebut dialokasikan melalui Dinkes.
"Selain itu, ada juga anggaran pendukung. Misalnya yang lewat Dinas Perumahan dan Pemukiman (Dinrumkim) Purbalingga telah melakukan pemugaran 757 RTLH dengan nilai Rp9 miliar. Dinas Ketahanan Pangan telah melakukan pembagian bantuan beras dan lele, bagi warga masyarakat miskin di Purbalingga senilai Rp686 juta," jelas Bupati, Rabu (8/2).
Menurutnya, pengeluaran total untuk menangani tengkes melalui OPD-OPD mencapai Rp70 miliar hingga Rp80 miliar. "Jadi Pemkab tidak kurang kurang dalam rangka kita mengimplementasi apa yang jadi keinginan bapak Presiden agar 2024 angka stunting minimal 14%," paparnya.
Bupati menambahkan, berkaitan dengan sarana dan prasarana (sarpras), di Purbalingga terdapat 22 puskesmas 2 RSUD, 6 RS swasta dan 1 Labkesda. Dari 22 puskesmas hanya 4 yang belum memiliki USG. Purbalingga juga terdapat 1.238 posyandu tersebar di berbagai desa. Dari jumlah tersebut baru 171 posyandu yang sudah memiliki unit antropometri untuk penimbangan.
Pada 2023 Purbalingga telah disupport DAK Kesehatan untuk pengadaan alat antropometri. "Untuk antropometri bisa rampung pada 2023. Sehingga dengan adanya peralatan tersebut, akan bisa terdeteksi secara valid berapa banyak balita yang masih kategori stunting," ujarnya.
Sesuai dengan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) 2022 angka prevalensi stunting di Purbalingga yakni 13,79%. "Penanganan stunting sama halnya dengan penanganan kemiskinan. Tidak hanya jadi tugas Dinkes, tetapi juga OPD-OPD terkait," jelas Bupati. (OL-15)
Kenaikan angka ini, berdasarkan hasil evaluasi dan pencatatan pelaporan berbasis masyarakat (PPGM)
MESKI sudah puluhan tahun berusaha diatasi, persoalan malanutrisi hingga kini masih menjadi tantangan tersendiri.
PBB menyebut Gaza menghadapi krisis kelaparan terburuk dengan lebih dari 20 ribu anak alami gizi buruk.
KRISIS gizi di Jalur Gaza, Palestina, mencapai titik kritis dengan lonjakan kematian yang mencolok sepanjang Juli 2025. Hal itu diungkapkan WHO dalam laporan terbaru yang dirilis 27 Juli 2025.
Data juga menunjukkan 1,4 juta perempuan hamil dan menyusui mengalami malnutrisi.
Setiap 25 Januari, Hari Gizi Nasional diperingati untuk memberikan kesadaran pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Bantuan ini merupakan simbol solidaritas dan penguatan ukhuwah antarwilayah dalam membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.
“Alurnya tetap sama, hanya prosesnya disederhanakan. Bedanya, untuk dapur MBG tidak perlu diunggah ke sistem DPMPTSP,”
Aliansi Masyarakat Purbalingga Pemerhati Soedirman (AMPPS) melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, di Jakarta.
Kegiatan pelatihan di Kabupaten Purbalingga ini berfokus pada pengolahan serbuk gula kelapa, dengan materi yang mencakup pengolahan produk segar menjadi dry food.
Secara politis, mengusung Tempat Lahir Soedirman bagi Purbalingga adalah langkah strategis untuk merebut kembali narasi nasional.
Penyaluran beras dilakukan tidak hanya melalui pedagang pasar, tetapi juga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang rutin digelar Pemkab Purbalingga bekerja sama dengan Bulog.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved