Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur masih melarang melakukan pengiriman ternak babi antarpulau dari NTT sebagai upaya pencegahan penularan virus African Swine Fever (ASF) atau demam Babi Afrika ke daerah-daerah yang masih bebas dari kasus penyakit itu.
"Pemda NTT sudah melarang tidak ada pengiriman ternak babi antar pulau di NTT. Larangan itu sudah berlaku sejak Januari lalu di semua kabupaten/kota di NTT," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur Melky Angsar di Kupang Rabu.
Melky Angsar mengatakan hal itu terkait upaya pemerintah NTT dalam mencegah terjadinya penyebaran virus ASF pada daerah yang saat ini masih bebas dari kasus ASF di NTT.
Menurut dia pemberlakuan larangan pengiriman ternak Babi antar pulau di NTT berlaku hingga daerah ini sudah dinyatakan aman dari kasus ASF.
"Apabila pengiriman ternak Babi dilakukan maka penyebaran virus ASF menjadi lebih cepat sehingga larangan pengiriman ternak Babi tetap diberlakukan di semua kabupaten/kota di NTT sesuai instruksi Gubernur NTT nomor 03/2023 tentang pemberantasan penyakit mulut dan kuku pada ternak," kata Melky Angsar.
Ia mengatakan saat ini karantina yang berada di pintu-pintu wilayah perbatasan dari wilayah Timor Leste ke NTT semakin memperketat penjagaan guna mengantisipasi masuknya ternak Babi dari luar wilayah NTT.
"Beberapa waktu lalu Karantina Kupang melakukan pembakaran 500 kg daging celeng dari Sulawesi yang masuk ke NTT. Hal itu membuktikan Karantina sudah siaga dalam mengantisipasi masuknya ternak maupun bahan olahan daging Babi dari luar NTT," kata Melky Angsar.
Ia mengatakan pengawasan ketat terhadap masuknya terak Babi dari luar juga dilakukan pemerintah kabupaten/kota di NTT.
Pemerintah NTT kata dia mengapresiasi terhadap langkah tegas yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah yang melarang ternak babi dari kabupaten tetangga di Pulau Sumba masuk ke daerah itu sekalipun untuk alasan urusan adat. (ANT/OL-12)
UNIVERSITAS Sugeng Hartono (USH) Solo Baru resmi memperkenalkan diri kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
PEMERINTAH Indonesia mengeluarkan aturan pelarangan, penolakan dan/atau pemusnahan terhadap daging babi dari Spanyol untuk mnecegah penyebaran wabah African Swine Fever (ASF).
HINGGA bulan Mei 2025, Wabah Virus mematikan African Swine Fever (ASF), telah menewaskan 1569 ekor hewan ternak babi milik warga Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).
SEBANYAK 74 ekor babi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mati akibat terserang penyakit flu babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).
"ASF masuk ke Indonesia hampir berbarengan dengan Covid, sejak 2019. Akibatnya, populasi babi saat ini turun drastis, dari sekitar 15 juta ekor menjadi 3,8 juta ekor,"
Program kemitraan pembangunan Australia Indonesia menyebutkan 500.000 ternak babi di Provinsi Nusa Tenggara Timur mati karena paparan virus African Swine Fever.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved