Kamis 26 Januari 2023, 13:45 WIB

Petani Sultra Keluhkan Harga Rumput Laut yang Tak Stabil

mediaindoonesia.com | Nusantara
Petani Sultra Keluhkan Harga Rumput Laut yang Tak Stabil

dok.ist
H. Burhan Zainuddin, tokoh masyarakat Lakudo dan Kepala Desa Waara, H. Samsul Zinu bersama petani rumput laut di Butin, Sultra.

 

HARGA rumput laut yang tak stabil dikeluhkan masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra). Khususnya ketika harga turun, yang dianggap merugikan bagi nelayan atau petani pelaku budidaya rumput laut.

Persoalan ini mencuat saat silaturahmi dan doa bersama masyarakat Desa Waara, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Kamis (26/1/2023).

Awalnya, Kepala Desa Waara, H. Samsul Zinu berharap agar kegiatan silaturahmi dan doa bersama ini rutin dilakukan. Ia juga mengajak masyarakat untuk berdiskusi terkait permasalahan masyarakat selama menjadi nelayan maupun petani rumput laut.

"Kalau bisa ini kita lakukan rutin saja ke depannya dan juga kalau ada masalah atau pertanyaan ayo diutarakan saja," ujar Samsul.

Adapun dalam kesempatan itu, banyak dari masyarakat yang menyampaikan masukan terkait pembudidayaan rumput laut. Mereka mengeluhkan harga rumput laut yang cenderung naik-turun.

H. Burhan Zainuddin, tokoh masyarakat Lakudo yang hadir dalam kesempatan itu, menilai tidak stabilnya komoditi tersebut karena didukung ada permainan dari mafia rumput laut.

"Mengapa mengatakan bahwa bisa naik bisa turun itu atas permainan tengkulak ya, jadi mungkin bapak dan ibu pernah mendengar ada mafia beras, yaitu mungkin ada yang mendengar mafia minyak, nah di dalam rumput laut ada mafia," ujarnya.

Ini disampaikannya, mengingat kualitas rumput laut dari Buton cukup baik. Atas itu, Burhan pun berharap agar pemerintah daerah (pemda) dapat mensubsidi rumput laut, sehingga harganya di petani stabil.

"Jadi bapak-ibu bahwa masyarakat setidaknya harus bersinergi dengan pemerintah daerah, agar harga itu tidak naik turun," kata Burhan.

"Serta diharapkan pemerintah bisa mensubsidi petani, jadi kalau bisa pemerintahnya yang serap hasil panen rumput laut," imbuhnya.

Samsul Zinu sendiri menyarankan agar para pembudidaya terus meningkatkan kualitas rumput laut, sehingga pendapatan mereka bisa naik.

"Fokus bekerja dengan baik, perhatikan kualitas agar dapat meningkatkan penghasilan ke depannya," tandasnya. (Ant/OL-13)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rahmad

Belitung Targetkan Ekspor 100 Ton Ikan Kerapu ke Hong Kong

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Kamis 02 Februari 2023, 23:55 WIB
"Target kita masih tetap 100-120 ton tahun ini. Kerapu hidup tujuan negara ekspor juga masih sama yakni Hong...
Dok. Pribadi

Uskup Baru Jayapura Serukan Hentikan Kekerasan di Tanah Papua

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Kamis 02 Februari 2023, 23:33 WIB
Paus Fransiskus mengangkat Uskup Yan sebagai Uskup Jayapura menggantikan Uskup Leo Laba Ladjar sekaligus menempatkan Uskup Yanuarius...
DOK MI

Kapolres Tegaskan Berita Penculikan Balita Dan Siswa Di Jember Hoaks

👤Widhoroso 🕔Kamis 02 Februari 2023, 23:06 WIB
KAPOLRES Jember AKB Hery Purnomo menegaskan tidak ada kasus penculikan anak-anak balita dan siswa seperti yang ramai di sejumlah media...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya