Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA rumput laut yang tak stabil dikeluhkan masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra). Khususnya ketika harga turun, yang dianggap merugikan bagi nelayan atau petani pelaku budidaya rumput laut.
Persoalan ini mencuat saat silaturahmi dan doa bersama masyarakat Desa Waara, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Kamis (26/1/2023).
Awalnya, Kepala Desa Waara, H. Samsul Zinu berharap agar kegiatan silaturahmi dan doa bersama ini rutin dilakukan. Ia juga mengajak masyarakat untuk berdiskusi terkait permasalahan masyarakat selama menjadi nelayan maupun petani rumput laut.
"Kalau bisa ini kita lakukan rutin saja ke depannya dan juga kalau ada masalah atau pertanyaan ayo diutarakan saja," ujar Samsul.
Adapun dalam kesempatan itu, banyak dari masyarakat yang menyampaikan masukan terkait pembudidayaan rumput laut. Mereka mengeluhkan harga rumput laut yang cenderung naik-turun.
H. Burhan Zainuddin, tokoh masyarakat Lakudo yang hadir dalam kesempatan itu, menilai tidak stabilnya komoditi tersebut karena didukung ada permainan dari mafia rumput laut.
"Mengapa mengatakan bahwa bisa naik bisa turun itu atas permainan tengkulak ya, jadi mungkin bapak dan ibu pernah mendengar ada mafia beras, yaitu mungkin ada yang mendengar mafia minyak, nah di dalam rumput laut ada mafia," ujarnya.
Ini disampaikannya, mengingat kualitas rumput laut dari Buton cukup baik. Atas itu, Burhan pun berharap agar pemerintah daerah (pemda) dapat mensubsidi rumput laut, sehingga harganya di petani stabil.
"Jadi bapak-ibu bahwa masyarakat setidaknya harus bersinergi dengan pemerintah daerah, agar harga itu tidak naik turun," kata Burhan.
"Serta diharapkan pemerintah bisa mensubsidi petani, jadi kalau bisa pemerintahnya yang serap hasil panen rumput laut," imbuhnya.
Samsul Zinu sendiri menyarankan agar para pembudidaya terus meningkatkan kualitas rumput laut, sehingga pendapatan mereka bisa naik.
"Fokus bekerja dengan baik, perhatikan kualitas agar dapat meningkatkan penghasilan ke depannya," tandasnya. (Ant/OL-13)
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
MENJELANG perayaan Imlek 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.
Pemerintah melalui Bapanas membangun kios pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya sinergis dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Harga pangan yang relatif stabil di level tinggi telah mengikis daya beli masyarakat. Kondisi itu akan semakin buruk jika ke depan ada kenaikan biaya lain.
Komoditas seperti jagung yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional.
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved