Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH wisatawan yang terjebak di Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sumatra Barat, berhasil dievakuasi ke daratan. Para wisatawan sebelumnya diinapkan di Pulau Angso Duo akibat cuaca buruk, hujan lebat, dan badai, yang terjadi pada Senin (23/1) siang hingga malam hari.
Salah seorang wisatawan asal Pekanbaru, Roni, sangat mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Pemkot Pariaman ketika mereka terjebak di Pulau Angso Duo. Langkah tersebut mulai dari penginapan yang ada di pulau hingga akomodasi dan konsumsi yang diterima sampai akhirnya mereka selamat tiba di tepi.
"Kami merasa aman dan nyaman, dan mengucapkan terima kasih kepada semua petugas dan Pemerintah Kota Pariaman, yang telah melayani kami dengan baik, sehingga kami tidak merasa ketakutan, malah memberikan pengalaman bermalam di Pulau Angso Duo," tukasnya.
Dia mengatakan, mereka datang dari Pekanbaru dengan mengendarai kendaraan pribadi, dan petugas dari Pemkot Pariaman pun telah mengamankan kendaraan mereka yang diparkir di tepi dengan aman.
"Sebanyak 17 wisatawan dan 2 orang petugas yang diinapkan di Pulau Angso Duo akibat cuaca buruk kemaren, berhasil dievakuasi pada pagi hari ini, dan alhamdulillah, 17 wisatawan kesemuanya dalam keadaan sehat," ujar Wali Kota Pariaman, Genius Umar, Selasa (24/1).
Baca juga: Warga Cianjur Khawatirkan Gempa Susulan
Genius mengatakan dalam memberikan rasa aman kepada pengunjung adalah termasuk dalam bagian sapta pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, kenangan) yang harus ada dalam destinasi wisata.
"Dengan terwujudnya rasa aman, maka terwujud juga kenangan, dan hal ini telah kita lakukan dalam menyikapi setiap ada wisatawan yang terjebak di Pulau Angso Duo, mulai dari konsumsi, seperti drop makanan, minuman dan obat-obatan, serta selimut kepada mereka, dan setelah sampai di tepi, kita juga memeriksa kesehatan mereka dan menyediakan sarapan pagi untuk mereka," ungkapnya.
Lebih lanjut Genius menceritakan bahwa kemarin dirinya mendapat laporan ada 17 wisatawan yang terdiri atas 8 warga Pekanbaru, dan 9 warga sekitaran Sumbar, Padang, dan Kabupaten Padang Pariaman, terjebak di Pulau Angso Duo karena cuaca buruk. Karena itu, pihaknya menginstruksikan agar wisatawan tersebut bermalam, dan juga telah melalui persetujuan dari para wisatawan tersebut.
"Pemkot Pariaman mengambil tindakan cepat, dengan memberikan layanan prima, mulai dari menyediakan cottage yang ada di pulau untuk menginap di sana, serta melengkapi keperluan mereka, dan juga stand by dua orang petugas untuk melayani mereka," tutupnya. (OL-16)
Stasiun Pariaman tetap eksis melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Dari masyarakat, pedagang, pengunjung lokal dan domestik sampai turis mancanegara, mengagumi event budaya yang menjadi ciri khas Kota Pariaman ini.
KementerianĀ PPPA menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, salah satunya tindakan kekerasan seksual pada anak (C) dan (K) di Kota Pariaman Sumatra Barat.
Dalam meningkatkan kompetensi angkatan kerja, Prakerja tak bisa sendirian. Kolaborasi dengan kampus, lembaga pelatihan, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah, sangat penting.
Curah hujan yang tinggi melanda Kota Pariaman, Sumatra Barat, sejak Kamis (21/9/2023) sore, menyebabkan meluapnya sungai Batang Mangor dan merendam rumah warga di sekitar sungai tersebut.
Kegiatan Relawan Mas bowo melaksanakan kegiatan secara serentak di Pariaman, SumbarĀ , Kota Bogor, Jabar, dan Kabupaten Pasuruan, Jatim.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved