Kamis 05 Januari 2023, 14:10 WIB

Dinkes Cianjur Ingatkan Warga Waspadai DBD termasuk di Pengungsian

Benny Bastiandy | Nusantara
Dinkes Cianjur Ingatkan Warga Waspadai DBD termasuk di Pengungsian

MI/Beben
Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzy

 

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, waspada penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Termasuk di lokasi-lokasi pengungsian yang notabene rawan penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti itu.

Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzy, kewaspadaan terhadap DBD menyusul tingginya curah hujan sampai sekarang. Kondisi tersebut memunculkan banyak genangan air yang bisa dijadikan tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk.

"Untuk di pengungsian kami sudah menerima laporan DBD. Ada dua titik. Tapi kami masih verifikasi," kata Irvan, Kamis (5/1).

Berdasarkan informasi, kata Irvan, dua orang yang dilaporkan DBD itu merupakan kalangan anak-anak. Irvan menyebut lokasi pengungsian relatif cukup rawan jadi tempat perkembangbiakan jentik nyamuk. Sesuai siklus perkembangannya, nyamuk akan menyimpan telurnya di genangan-genangan air.

"Kita tahu kan (di lokasi gempa) pasti banyak barangkal atau barang-barang yang bisa menampung air yang belum dibuang dalam kondisi seperti ini. Tentu itu risikonya bertambah. Terus memang cuaca, ada hujan lalu panas. Air kemudian menggenang, terus jentiknya berubah jadi nyamuk dewasa. Itu yang menyebabkan jadi vektor," ungkapnya.

Sementara di tempat selain pengungsian, sebut Irvan, sampai saat ini belum menerima laporan. Namun biasanya terlebih dulu akan dilakukan penelitian epidemiologi sebelum dilakukan fogging.

"Lalu kita ambil angka jentiknya di 100 rumah ada berapa," jelasnya.

Khusus di tempat pengungsian, sebut Irvan, seandainya dilaporkan terjadi DBD, maka segera dilakukan fogging. Langkah itu merupakan bentuk penanganan cepat.

"Itu merupakan bentuk treatment. Jadi bagi yang ada informasi DBD kami siap memberikan layanan fogging di tempat pengungsian. Kita bisa langsung atau cut off untuk dilakukan fogging," pungkasnya.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Cianjur, selama 2022 terdapat sebanyak 738 kasus DBD. Dari jumlah kasus tersebut, Case Fertility Rate (CFR) atau angka kasus kematian sebesar 1,08% atau 8 orang yang meninggal dunia. (OL-13)

 

Baca Juga

MI/HO-Penrem Korem 161 Wira Sakti.

Pejabat Komandan Korem 161/Wira Sakti Kol.Inf Fabriel Buyung Dilantik

👤Palce Amalo 🕔Rabu 01 Februari 2023, 12:25 WIB
PANGDAM IX/Udayana Mayjen Sonny Aprianto menyerahkan tugas, wewenang dan tanggung jawab pejabat Komandan Korem 161/Wira Sakti kepada...
MI/Gabriel langga

Peternak di Sikka Sebut Penanganan Virus Babi hanya Proyek Semata

👤Gabriel Langga 🕔Rabu 01 Februari 2023, 12:16 WIB
ADANYA virus babi ini dimanfaatkan oleh pemerintah untuk melakukan banyak kegiatan sehingga terkesan menghamburkan...
Antara/Hendra Nurdiyansyah

Maksimalkan Potensi Daerah, Pemda dan Pelaku Pariwisata di DIY Siapkan Paket Wisata Untuk Peserta ATF 2023

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 11:17 WIB
dengan menampilkan 3 paket yang masing-masing bertajuk: “Heritage Tour of Yogyakarta”, “Discovering The Theme of...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya