Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BELASAN santriwati Pondok Pesantren Darrul Quran As-satinem di Desa Kertajadi Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tergolek lemas di Puskesmas Cidaun. Mereka diduga keracunan menu makan bergizi gratis (MBG). Berdasarkan informasi yang diterima Media Indonesia, dugaan keracunan berawal, Rabu (21/8). Para santriwati di pondok pesantren itu mendapat menu dan makanan MBG dari dapur umum atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di wilayah tersebut.
Menu makanan yang diterima santriwati saat itu terdiri atas nasi, olahan kacang polong, daging, serta mie. Selang beberapa jam usai menyantap makanan itu, sejumlah santi mengeluh sakit perut, mual, hingga muntah. Amara, 17, misalnya, santriwati di pesantren itu, mengatakan mereka mendapat pasokan MBG sekitar pukul 10.00 WIB. Amara dan santriwati lainnya pun lantas menyantapnya.
"Saya termasuk salah satu yang menyantap makanannya. Semuanya makan di asrama," kata Amara kepada wartawan ditemui di Puskesmas DTP Cidaun, Kamis (21/8).
Selang dua jam kemudian, Amara dan rekan-rekannya merasakan sakit pada perut disertai pusing dan mual. Bahkan, beberapa di antaranya mengalami muntah hingga dehidrasi.
"Ada 12 orang yang mengalami sakit pada perut serta mual dan pusing," tuturnya.
Mereka pun kemudian dievakuasi pihak pengelola pesantren ke puskesmas setempat. Upaya itu perlu dilakukan mengingat gejalanya seperti mengalami keracunan. Amara menduga, indikasi keracunan berasal dari saus pada mi spagheti. Pasalnya, saat menyantap makanan itu, Amara sempat mencium bau basi.
"Sausnya enggak enak gitu. Agak basi. Lengket tapi encer;" pungkasnya.
Tim medis Puskesmas Cidaun, Dokter Vivi, mengatakan saat tiba di puskesmas, para santri mengeluhkan mual, pusing, bahkan ada yang sempat muntah. Melihat gejalanya, Vivi menduga ada indikasi keracunan.
"Gejalanya diduga akibat keracunan makanan. Namun kami belum bisa memastikan penyebab pastinya. Sampel makanannta harus diuji laboratorium dulu," kata Vivi.
Dari 12 orang yang ditangani di puskesmas, satu orang sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya berangsur membaik. Namun tim medis masih terus memantau perkembangannya.
"Ada satu orang yang sudah dijemput orangtuanya. Berarti tinggal 11 orang yang masih dirawat. Kami tangani dengan memberikan infusan karena khawatir mereka banyak kehilangan cairan atau dehidrasi. Termasuk obat-obatan," pungkas Vivi. (H-4)
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
Polres Cianjur mengerahkan berbagai kendaraan untuk memobilisasi personel selama operasi berlangsung.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
MINTA, seorang lelaki paruh baya warga Bayabang RT 001/006 Desa Talaga Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia gara-gara labu siam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved