Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
NYAMUK merupakan penyebab kematian terbanyak daripada hewan buas. Sebab, nyamuk merupakan hewan vektor pembawa demam berdarah Dengue (DBD) yang menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup serius dan dapat mengancam nyawa.
Dikutip dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) penyakit DBD adalah penyakit yang diakibatkan oleh adanya gigitan nyamuk aedes Aegypti yang sangat identik dengan musim hujan di daerah tropis atau subtropis. Hal ini dikarenakan genangan air yang ada pada lubang atau barang-barang bekas akibat hujan menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Penting bagi masyarakat untuk melakukan berbagai pencegahan yang dapat menghambat atau menghentikan perkembang biakan nyamuk di sekitar lingkungan, salah satu yang disarankan Kemenkes yakni masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Jika tidak ditangani dengan baik, DBD bisa menyebabkan komplikasi yang cukup parah, bahkan berpotensi menyebabkan kematian.
Berikut ini adalah cara mencegah DBD yang dapat kita lakukan secara bersama di lingkungan sekitar kita dengan PSN. Langkah ini biasa disebut dengan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.
Selain 3 M diatas yang dimaksud pada poin Plus antara lain;
1. Menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk
2. Memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air
3. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
4. Menggunakan obat anti nyamuk
5. Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi yang ada di rumah
6. Melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan secara bersama
7. Meletakkan pakaian yang telah digunakan dalam wadah yang tertutup
8. Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah untuk dikuras
9. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar
Gejala DBD
Gejala DBD yang perlu diketahui masyarakat seperti demam hingga 40 derajat celcius yang diikuti dengan rasa sakit kepala parah, serta nyeri otot dan sendi hingga area di belakang mata.
Apabila kita merasakan atau menemukan orang disekitar kita mengalami gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan sedini mungkin dai petugas kesehatan. (H-4)
Pada Januari dilaporkan terjadi 54 kasus DBD. Jumlahnya turun signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Gejala DBD umumnya meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, serta munculnya bintik-bintik merah di kulit.
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, pencegahan agar nyamuk tidak berkembang biak dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip 3M Plus dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk.
DINAS Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim) menerapkan gerakan 3M Plus termasuk memerangi jentik nyamuk dalam menangani kasus demam berdarah dengue (DBD) yang jumlahnya terus meningkat.
Gigitan nyamuk ini bisa menyebabkan gejala yang cukup serius, seperti demam tinggi, nyeri sendi, dan pendarahan.
ANGKA kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia masih terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Di Bali, DBD juga masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved