Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PASKA gempa bumi di Cianjur mahasiswa dan warga melakukan recovery bersama, dengan mendaur ulang bekas reruntuhan bangunan yang bisa digunakan kembali. Salah satunya adalah Acing, warga Desa Sukamanah RT 02 RW 06 Kp. Babakan Cadot, Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur.
Acing Membuat hunian sementara (Huntara) tenda dari terpal dan bambu. Pembuatan rumah hunian sementara ini menggunakan material bekas reruntuhan rumah yang bisa dipakai kembali.
"Saya membangun Huntara ini dengan mengumpulkan bekas genteng, kayu dan bilik. Saya juga memilah paku yang masih kuat untuk di gunakan kembali," ujar Acing, Kamis, (29/12/22).
Acing menuturkan, sebelumnya ada bantuan dari donatur untuk warga Desa Sukamanah berupa uang Rp300 Ribu untuk pembelian terpal. Kemudian datang bantuan dari mahasiswa Tri Dharma Perguruan Tinggi Mengabdi (TPT-M) yang juga turut memberikan bilik tambahan untuk bagian samping dan belakangan huntara.
"Harapan saya semoga untuk pembangunan ini menjadi tempat huni sementara yang lebih nyaman, sebab proses pembangunan tidak mungkin selesai dalam waktu sebulan. Jadi sambil menunggu biaya yang cukup untuk membangun kembali rumah, saya rasa dengan adanya hunian sementara seperti ini bisa membuat nyaman," ucap Acing.
Sementara Farhan perwakilan mahasiswa dari TPT-M mengaku, ide pembangunan hunian sementara dari daur ulang ditemuinya saat menbantu korban bencana membersihkan puing-puing di RT/RW 02/06, Kp Babakan Cadot, Desa sukamanah.
"Kami melihat salah satu warga bernama pak acing sedang melakukan proses pendaur ulangan puing-puing yang masih layak pakai untuk digunakan kembali," ucap farhan.
Dari situ, Farhan melihat kombinasi terpal dengan bekas puing rumah untuk menjadi bahan material hunian sementara cukup layak. Sembari menunggu pembangunan rumah yang permanen.
"Apa yang dilakukan pak acing dalam proses pembuatan huntara ini menginspirasi kami. Jadi kami melakukan elaborasi huntara yang ada dengan menambahkan bahan material berupa bilik bambu," ungkapnya.
Dari sini, lanjutnya, menjadi program dari TPT-M yang dinamakan penyempurnaan huntara sederhana sebagai program pembangunan rumah berkelanjutan. "Ada 30 unit yang akan terbangun akan menjadi sampling (contoh) dalam kegiatan sosial TPT-M," ungkapnya.
Di tempat sama, Anggit perwakilan BEM Se Riau menyatakan program pembangunan rumah berkelanjutan ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat lainnya, untuk mendaur ulang kembali bekas puing-puing rumah yang masih layak pakai agar digunakan sebagai huntara. sehingga huntara menjadi lebih efektif untuk dihuni. (OL-13)
Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Cianjur, Pembangunan Huntap Tetap Berjalan
Bagi Muhammad Abdurrahman Azzam, masa kuliah justru menjadi pintu masuk untuk terlibat langsung dalam penguatan ekonomi masyarakat.
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
Bantuan beasiswa dari ICMI ini ditujukan bagi mahasiswa UICI yang memiliki potensi akademik tinggi namun menghadapi keterbatasan ekonomi.
Ada 10 tenant ZCorner di Universitas Wahid Hasyim Semarang yang siap melayani dan memanjakan lidah para mahasiswa.
Untar berharap seluruh proses yang dijalani dapat memberikan solusi yang paling tepat, berimbang, dan bertanggung jawab bagi semua pihak terkait.
Para mahasiswa ini akan melaksanakan berbagai program mulai 2-22 Februari 2026. Adapun pemberangkatan dilakukan dalam dua gelombang, pada 2 dan 11 Februari 2026.
Sebuah video yang viral di media sosial pada hari Sabtu (27/4) menunjukkan tumpahan minyak mentah, terutama Crude Palm Oil (CPO), yang mengapung di Sungai Cempaga, Kalimantan Tengah.
Gelaran acara ini merupakan sebuah upaya untuk memberikan edukasi pentingnya untuk menurunkan jejak karbon yang dapat dimulai dari hal-hal kecil sehari-hari kepada masyarakat.
Ada 500 porsi lontong goreng dan produk Mahsuri dibagikan kepada Masyarakat yang sedang beraktifvtas pada Car Free Day (CFD) dan berkunjung ke Booth Mashuri,
Chandra Asri memberikan edukasi kepada para peserta dan publik mengenai pentingnya memilah sampah untuk mewujudkan #IndonesiaAsri sebagai bagian ekonomi sirkular.
Msyarakat tetap beraktivitas normal ditengah naiknya status Gunung Slamet ke level II.
Chandra Asri memberikan edukasi kepada para peserta dan publik mengenai pentingnya memilah sampah untuk mewujudkan #IndonesiaAsri sebagai bagian terpenting dalam proses ekonomi sirkular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved