Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) bernama Yosef Kapaso Bala Lata Ledjap, 22, Selasa (27/12), pukul 21.00 Wita, babak belur. Pria itu diduga dihajar sekawanan polisi di Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Akibat penganiayaan tersebut, ODGJ itu mengalami luka di batang hidung dan pelipis sebelah kanan. Ia juga menderita lebam di pelipis kiri. Ia pun langsung dilarikan kerabatnya ke UGD RSUD Lewoleba untuk menjalani perawatan.
Pria yang akrab disapa Bala itu diduga kuat dianiaya sekelompok anggota Polres Lembata di wilayah Kota Baru, Lewoleba, tepat di depan kantor Koperasi Pintu Air, Selasa (27/12) malam. Menurut kerabat korban, kejadian bermula saat satu kelompok anggota kepolisian tersebut mencari Bala di rumahnya, Kota Baru, Kelurahan Lewoleba Tengah.
"Mereka datang mencari tetapi Bala tidak ada. Mereka sempat ribut dan marah dengan nada tinggi. Katanya, Bala memukul salah satu polisi," ungkap warga setempat.
Karena tidak menemukan Bala di rumah, kelompok polisi yang mengendarai sepeda motor tersebut mencari Bala di beberapa titik. Saat menemukan Bala di sekitar kantor Koperasi Pintu Air, mereka langsung memukulinya. Setelah dianiaya, Bala dilepas di tempat yang berbeda dalam keadaan kedua tangan terikat di belakang.
Pihak keluarga Bala saat dikonfirmasi media ini sangat menyesali kejadian itu. Menurut mereka, para petugas itu sangat tidak manusiawi menganiaya orang yang memiliki gangguan mental atau ODGJ. Kejadian ini langsung dilaporkan keluarga ke Polres Lembata. Hingga berita ini diterbitkan, Bala sedang menjalani perawatan dan divisum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba.
Keluarga berharap sejumlah polisi yang menganiaya Bala diberikan hukuman yang setimpal dan mendapatkan sanksi sesuai aturan yang berlaku. "Kami berharap Pak Kapolres Lembata segera menindak anggotanya yang bertindak brutal ini dan hukuman harus diberikan sesuai aturan yang berlaku," kata Blasius Ledjap, ayah Bala.
Kapolres Lembata Ajun Komisaris Besar Dwi Handono Prasanto dikonfirmasi melalui saluran Whatsapp, Rabu (28/12), menolak menjelaskan langkahnya mengatasi persoalan tersebut. "Pernyataan resmi saya, silakan tanya ke humas sesuai aturan," ungkap Dwi. Kapolres yang menggantikan Yoce Marten itu malah panjang lebar menjelaskan ihwal aturan yang menaungi tugas dan fungsi bagian humas. (OL-14)
Petugas mengimbau masyarakat maupun pengunjung agar tidak memasuki wilayah dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Asap kawah terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian sekitar 10 hingga 100 meter dari puncak.
Meski pengetahuan tinggi, sikap menghindari orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) juga sangat tinggi.
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
SEBUAH bangunan sekolah dasar (SD) di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), roboh.
JUMLAH penumpang mudik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari terakhir terpantau padat namun tetap aman dan terkendali.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Baru sebulan dipakai, proyek jalan Inpres senilai Rp18,3 miliar di Nagekeo NTT rusak parah. Warga menduga pengerjaan asal jadi dan minta KPK turun tangan.
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved