Senin 05 Desember 2022, 19:18 WIB

PWNU Jabar: Khilafah hanya Cara Adu Domba untuk Tujuan Politik

mediaindonesia.com | Nusantara
PWNU Jabar: Khilafah hanya Cara Adu Domba untuk Tujuan Politik

Ist
Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat KH Dr Abun Bunyamin MA.

 

RAIS Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat (PWNU Jabar) KH Dr Abun Bunyamin MA mengatakan argumen khilafah yang diusung oleh kelompok tertentu hanya cara mereka untuk mengadu domba untuk mewujudkan tujuan politik mereka.

"Mereka bertujuan untuk membikin kekacauan, ketidaktenangan, dan ketidaknyamanan. Jelas itu gagasan yang sesat pikir," kata Kiai Abun Bunyamin seperti dilansir Antara di Jakarta, Senin (5/12). 

Menurutnya, gagasan irasional yang mengajak masyarakat untuk berimajinasi bahwa khilafah adalah solusi, sungguh memprihatinkan.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak percaya propaganda kelompok radikal tersebut. 

"Kalau kita menganut khilafah,, nanti khilafah mana yang kita pakai? Tidak bisa diterima dan tidak mungkin, ini bukan buminya. Di sini Islam yang lembut, santun, dan damai. Itu Islam Indonesia," kata Abun.

Begitu pula terkait bencana alam gempa bumi yang diklaim akibat Indonesia tidak menerapkan khilafah, Kiai Abun menyangkal keras klaim itu. 

Ia menyebut tidak ada kaitan bencana yang beberapa waktu lalu terjadi di Kabupaten Cianjur, dengan Indonesia yang dianggap kafir oleh kelompok radikal akibat tidak menerapkan hukum khilafah. 

"Tidak, tidak benar. Kalau memang bencana itu terjadi karena ulah manusia, benar. Ulah manusia kaitan dengan tangan, kita tidak memelihara alam. Atau kaitan dengan hati kepada Allah SWT, itu mungkin hati kita yang lupa kepada Allah SWT sebagai pencipta. Kaitan dengan khilafah tidak benar," tegasnya.


Baca juga: Tokoh Masyarakat Sosiri Sebut Kegagalan Otsus akibat Pemimpin Papua


Ia menjelaskan setidaknya ada dua faktor yang menjadi celah, mudahnya kelompok radikal dalam mempengaruhi rasionalisme masyarakat dengan gagasan yang sesungguhnya berjarak antara fakta dan argumen.

"Ada dua faktor yaitu kemiskinan dan kebodohan. Karena kalau bodoh, maka isme apa saja masuk. Ini yang harus ditolong," ungkap kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Purwakarta, ini.

Oleh sebab itu, dia mewanti-wanti kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi dan gagasan kelompok radikal, yang sejatinya berusaha merendahkan kemampuan berfikir manusia. Terlebih dihembuskan ditengah keguncangan batin masyarakat karena kehilangan keluarga, harta dan benda mereka.

"Saya berharap kepada seluruh masyarakat untuk belajar agama yang baik, selalu bergantung kepada Allah SWT, selalu komunikasi dengan ulama dan kiai, serta harus selektif dalam memilih guru agama. Karena akan sangat berbahaya sekali kalau sampai salah memilih guru agama," tuturnya.

Ia juga mendorong agar khususnya kepada segenap tokoh agama, ulama, kiai, dan pemerintah untuk bekerja sama dan berupaya mencegah, dan menguatkan imunitas masyarakat dari segala narasi agama yang didistorsi untuk kepentingan pragmatis kelompoknya.

"Itulah pentingnya para kiai, ulama, dan pemerintah untuk terjun turun ke bawah guna membimbing dan menasihati masyarakat. Mereka ini kan lagi 'gempa' hatinya dan juga sedang lemah. Jadi harus ada membimbing, ujarnya. (Ant/OL-16)

 

Baca Juga

Ist

Desa Wisata Binaan PLN Masuk dalam 75 Besar Penganugerahan ADWI 2023

👤Media Indonesia 🕔Jumat 02 Juni 2023, 08:40 WIB
Pada hari ini atau Jumat (2/6), Kementerian Ekonomi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan mendatangi lokasi Desa Wisata Air...
Thinkstock

Korban Asusila di Sulawesi Tengah Dimungkinkan Jalani Operasi Pengangkatan Rahim

👤Mitha Meinansi 🕔Jumat 02 Juni 2023, 07:05 WIB
Korban asusila yang dilakukan 11 orang di Parigi Moutong, dimungkinkan menjalani operasi penangkatan...
Dok Pokemon Go

Karakter Pikachu Hadir di Pesawat, Ajak Penumpang Tangkap Pokemon Sambil Menjelajah Nusantara

👤Iis Zatnika 🕔Jumat 02 Juni 2023, 02:09 WIB
Pemain gim Pokemon asal Indonesia salah satu yang terbanyak di dunia, selain Jepang, Taiwan, dan Korea...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya