Kamis 24 November 2022, 21:54 WIB

Korban Jiwa Gempa Cianjur Bertambah, 39 Orang dalam Pencarian

Atalya Puspa | Nusantara
Korban Jiwa Gempa Cianjur Bertambah, 39 Orang dalam Pencarian

ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah tim SAR gabungan melakukan pencarian korban tertimbun longsor gempa bumi di Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11).

 

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada sebanyak 272 korban meninggal dunia di hari keempat pascabencana gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Angka tersebut bertambah satu korban setelah BNPB menyatakan pada hari sebelumnya, Rabu (23/11), ada sebanyak 271 korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 5,6 magnitudo yang terjadi Senin (21/11) siang.

"Karena hari ini ditemukan satu jenazah atas nama ibu Nining, umur 64 tahun, sekarang jadi 272 (korban meninggal)," kata Kepala BNPB Suharyanto di Pendopo Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/10).

Menurutnya dari 272 korban meninggal itu, 165 jenazah di antaranya sudah teridentifikasi identitasnya. Sehingga, kata dia, masih ada
107 jenazah yang identitasnya masih diverifikasi.

Untuk itu, ia meminta masyarakat yang merasa anggota keluarganya masih hilang agar segera melaporkan ke Posko Utama di Pendopo Cianjur. Adapun laporan itu menurutnya harus rinci, mulai dari nama, jenis kelamin, ciri-ciri, dan yang lainnya.


Baca juga: 216 KK Mengungsi di TPU Berdampingan dengan Makam Korban Gempa Cianjur


Di samping itu, menurutnya, kini ada sebanyak 39 orang yang masih dalam pencarian setelah satu jenazah ditemukan. Sebelumnya pada Rabu (23/11), jumlah orang yang dicari yakni sebanyak 40 orang.

Dari 39 orang yang masih dalam pencarian tersebut, 32 di antaranya merupakan warga yang berdomisili di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang. Sedangkan tujuh orang hilang lainnya merupakan masyarakat yang melintas di Desa Cijedil dan menjadi korban.

"Korban hilang ini semuanya sudah teridentifikasi namanya, sehingga memudahkan pencarian oleh tim SAR gabungan," kata dia.

Dia pun meminta kepada masyarakat untuk tidak menjadikan tempat bencana sebagai tontonan atau menjadi tempat wisata. Karena, kata dia, hal tersebut menurutnya bisa menghambat kinerja petugas di lapangan.

"Ini bencana lokasi di 15 kecamatan, banyak jalan kecil tempatnya terpencil, sehingga kalau berbondong-bondong ke sana, membuat penanganan pengungsi terhambat," kata dia. (Ant/OL-16)

Baca Juga

MI/Lilik Darmawan

Pembangunan Embung Era Ganjar Lebihi Target, Ini Dampaknya

👤Lilik Darmawan 🕔Rabu 30 November 2022, 11:05 WIB
TIDAK pernah ada cerita di Desa Karangtalun Kidul dapat menanam padi hingga dua tahun. Paling setahun sekali. Selebihnya sawah dianggurkan,...
Ist

Pabrik Pengelolaan Sampah BBJP Plant Pertama di Indonesia Diresmikan di Cilegon

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 November 2022, 11:01 WIB
Kota Cilegon menjadi kabupatan dan kota pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memiliki Pabrik Pengelolaan Sampah Bahan Bakar Jumputan...
dok.mi

Korban Ketiga Kru Helikopter Baharkam Ditemukan Nelayan di Perairan Beltim

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Rabu 30 November 2022, 10:49 WIB
HARI ketiga pencarian korban jatuhnya helikopter NBO 105/P-1103 milik Baharkam Polri di Perairan Belitung Timur kembali berhasil menemukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya