Rabu 16 November 2022, 23:29 WIB

Waduh, Pedagang di Jember Jual Dawet Dicampur Karbit

mediaindonesia.com | Nusantara
Waduh, Pedagang di Jember Jual Dawet Dicampur Karbit

DOK.MI
Ilustrasi

 

APARAT kepolisian menangkap seorang pedagang berinisial HL, 30, yang menjual dawet dicampur kalsium karbida atau karbit yang berbahaya bagi kesehatan di Desa Darungan, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
 
"Kami menangkap HL setelah mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dengan pembuatan dawet menggunakan bahan berbahaya," kata Kasat Reskrim Polres Jember Ajun Komisaris Komang Yogi Aryawiguna dalam konferensi pers di Mapolres Jember, Rabu (16/11) petang.
 
Dari hasil pemeriksaan polisi, HL membuat sendiri nata de coco dan dawet jumble yang dicampur dengan bahan berbahaya kalsium karbida, kemudian dikemas dan dijual kepada pedagang di sejumlah lapak pada beberapa pasar tradisional.
 
"Kalsium karbida biasanya digunakan untuk bahan pengelasan sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan ketika dikonsumsi oleh masyarakat," tuturnya.


Baca juga: Duel Satu Lawan Satu, Pelajar di Bintan Tewas oleh Teman Satu Sekolah

 
Ia menjelaskan HL menggunakan campuran karbit dalam adonan dawetnya supaya kental dan keras. Selanjutnya adonan dawet tersebut dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional, yakni Pasar Tanggul, Bangsalsari, Rambipuji, Balung, Jatiroto, dan Tanjung.
 
"Beberapa barang bukti yang kami sita, di antaranya satu bungkus dawet jumble, lima bungkus karbit, dua bungkus benzoat, tepung tapioka, dan satu buah timbangan," kata Yogi.
 
Tersangka HL dalam keterangannya kepada penyidik mengaku sudah menjalankan bisnis tersebut sejak tiga tahun terakhir dan produknya dijual kepada pedagang di sejumlah pasar tradisional.
 
Kemasan dawet yang dicampuri karbit tersebut dijual dengan harga cukup terjangkau, yakni berkisar Rp1.500 hingga Rp50.000 kepada sejumlah pedagang yang memasarkan dagangannya di pasar tradisional.
 
Atas perbuatannya, tersangka HL dijerat dengan Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (3) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda maksimal Rp2 miliar. (Ant/OL-16)

Baca Juga

Antara

Program BLT Jokowi Dinilai Mampu Ringankan Beban Ekonomi Masyarakat

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 05 Desember 2022, 14:20 WIB
Menurut Nindy, bantuan yang direalisasikan pemerintah dalam bentuk tunai itu akan mampu menjaga daya beli...
Antara

Presiden Pastikan Fasilitas Publik di Cianjur Segera Diperbaiki

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 05 Desember 2022, 14:19 WIB
Selain sekolah, proses perbaikan juga menyasar sejumlah fasilitas sosial di wilayah Cianjur, Jawa Barat. Sejauh ini, reruntuhan dan puing...
Ist

BWA Resmikan Projek Wakaf Sarana Air Bersih ke-41 di Boyolali, Jateng

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 05 Desember 2022, 14:17 WIB
Program Water Action For People (WAFP) merupakan projek Wakaf sarana air bersih ke-41 BWA, yang tersebar di seluruh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya