Rabu 16 November 2022, 22:25 WIB

Salurkan CSR, PLN Nusantara Power Kembangkan Sekolah Alam Ramah Lingkungan

Bagus Suryo | Nusantara
Salurkan CSR, PLN Nusantara Power Kembangkan Sekolah Alam Ramah Lingkungan

MI/BAGUS SURYO
PLN Nusantara Power dan Bupati Malang M Sanusi menyerahkan bantuan untuk anak-anak dari Sekolah Alam Madrasah Ibtidaiah Bilingual Al Ikhlas

 

PT PLN Nusantara Power mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan
hidup dan inklusi di sekitar pembangkit listrik. Hal itu sejalan dengan
komitmen PLN (Persero) dan subholdingnya dalam pembangunan ramah
lingkungan, penguatan perekonomian masyarakat dan menyiapkan sumber daya manusia unggul.

"Sekolah berkonsep lingkungan sesuai dengan PLN dan subholding yang
berkomitmen berwawasan lingkungan hidup. Semua pembangunan di PLN
Nusantara Power ramah lingkungan," tegas Direktur Management Human
Capital dan Administrasi PT PLN Nusantara Power Karyawan Aji di Malang, Jawa Timur, Rabu (16/11).

Karyawan Aji menjelaskan PLN NP ke depan tidak akan membangun
pembangkitan berbasis fosil dan batu bara. Dengan demikian kompetensi
dan sarana prasarana berbasis eneri terbarukan.

Spirit itu sejalan dengan memberikan dukungan sebagai tanggung jawab
sosial perusahaan berwawasan lingkungan kepada masyarakat. Salah satunya diwujudkan membantu sarana prasarana kelas inklusi di Sekolah Alam Madrasah Ibtidaiah Bilingual Al Ikhlas.

Sekolah itu berada di Jalan Gondomono, Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sekolah alam binaan PLN NP itu berada tak jauh dengan PLTA Sengguruh dan PLTA Sutami yang dikelola PLN NP UP Brantas.


Siswa berkebutuhan khusus


Sekolah alam di lahan seluas 1.650 meter persegi itu memiliki 30 guru
pengajar dan 185 siswa. Termasuk 21 siswa berkebutuhan khusus di kelas
inklusi. Mereka ragam disabilitas hiperaktif, tuna rungu, autis dan
difabel lainnya.

Seluruh ruang kelas didesain ramah lingkungan berbahan anyaman bambu.
Sebagian besar siswa hafiz Al-Qur'an sekaligus mahir Bahasa Arab dan
Bahasa Inggris. Pengelola sekolah menerapkan konsep proses belajar
mengajar berbasis religius, riset, membaca pelajaran dan alam, ramah
anak, ramah lingkungan serta mahir menulis.

Media pembelajaran selain di sekolahan juga di alam, pasar, balai desa,
sawah, kantor kecamatan, kantor pemerintahan, dan ruang publik lainnya.
Semua itu laboratorium sekolah alam.

Siswa juga diajari kewirausahaan dengan berjualan makanan dan minuman di sekolahan setiap tiga bulan sekali menghadirkan orangtua dan warga.

"Sekolah alam ini luar biasa menjadi sekolah percontohan yang berwawasan lingkungan. Kita menciptakan kader berwawasan lingkungan yang  memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar," imbuhnya.

Karyawan Aji menyalurkan bantuan sarana belajar mengajar siswa
penyandang disabilitas berupa 3 unit kursi roda, sepeda statis,
seperangkat permainan dan media pembelajaran senilai Rp77 juta.

Sebelumnya, PT PLN NP UP Brantas mengembangkan Sentra Batik Seng tak
jauh dengan sekolah alam yang dampaknya sudah meningkatkan perekonomian
warga.

"Kami berkomitmen menyalurkan CSR menjaga keberlangsungan yang
berwawasan lingkungan dan perekonomian masyarakat," katanya.

Bantuan ini, lanjutnya, tentu berkelanjutan dengan berkolaborasi dan
sinergi bersama pemda dan stakeholder lainnya.

Menurut Karyawan Aji, keberlanjutan yang diharapan itu dengan menunculkan ekonomi sirkular, sehingga memiliki nilai tambah yang berdampak luas bagi masyarakat.

"Kami berharap bantuan memunculkan circular economy sehingga memiliki
nilai tambah. Dari business valuation bisa keberlanjutan. Ini menjadi
tantangan kedepan karena apa pun proyeknya agar sustainable," tuturnya.


Kerja sama


Bupati Malang Mochamad Sanusi juga turut ambil bagian berjanji
membangunkan sarana prasana di sekolah alam. Sejauh ini kerja sama pihaknya dengan PLN Nusantara Power terus berlanjut dalam
berbagai bidang. Salah satunya peningkatan mutu pendidikan guna
penyiapan sumber daya manusia unggul, berkualitas dan berdaya saing.

Penyiapan SDM berbasis digital di Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari
sejalan dengan bidang kelistrikan.

"Pengembangan energi baru terbarukan bekerja sama dengan PT PLN, Jerman, Belanda dan Korea Selatan," ujar Sanusi.

Sementara itu Pembina Sekolah Alam Madrasah Ibtidaiah Bilingual Al
Ikhlas Wahyudi Siswanto menyatakan sekolah alam ini sudah mendunia. Sekolahnya sudah dikunjungi berbagai pihak dari sejumlah daerah dan negara seperti Singapura, Belanda, Tiongkok dan Jerman.

"Kerajinan batik juga selalu dapat CSR dari PLN NP. Sekarang sekolah
alam dapat bantuan serupa. Ini bisa menginspirasi Indonesia, titik itu
dimulai di sekolah alam," kata Wahyudi Siswanto.(N-2)

Baca Juga

MI/NAVIANDRI

Pemeliharaan Sungai Citarum Harus Dilanjutkan setelah Program Citarum Harum Selesai pada 2025

👤Naviandri 🕔Kamis 01 Desember 2022, 13:55 WIB
Program Citarum Harum ditetapkan sesuai Perpres 18/2018 tentang  Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai...
Dok Komunitas Petani Muda Keren.

Bali Go Organik 2024, Pertanian Bergerak dengan Pupuk Organik Demi Menjaga Ekosistem Alam

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 13:53 WIB
Komunitas Petani Muda Keren mengadakan kegiatan Festival Petani Mandiri yang diselenggarakan pada Kamis (1/12) di Jatiluwih Rice Terrace,...
MI/Jamaah

Korban Banjir Bandang di Pati Bertambah Jadi 2 Orang

👤Jamaah 🕔Kamis 01 Desember 2022, 13:50 WIB
PIHAK Kecamatan Tambakromo masih melakukan pemdataan lebih lanjut dampak kerusakan rumah warga. Sejumlah tempat ibadah masjid dan musala...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya