Selasa 15 November 2022, 13:00 WIB

Kominfo Libatkan Masyarakat dan Akademisi Sosialisasikan RUU KUHP di Palu

mediaindonesia.com | Nusantara
Kominfo Libatkan Masyarakat dan Akademisi Sosialisasikan RUU KUHP di Palu

dok: Kominfo
Sosialisasi RUU KUHP, di Palu, Selasa (15/11)

 

Perwujudan negara hukum yang berlandaskan Pancasila memerlukan sistem hukum nasional yang harmonis, sinergis, komprehensif, dan dinamis melalui upaya pembangunan hukum. Salah satu proses yang sedang dilakukan oleh Pemerintah adalah merevisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP).

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Informasi dan Komunikasi Politik Hukum dan Keamanan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Kominfo, Bambang Gunawan, pada sambutannya di acara Sosialisasi RUU KUHP, di Palu, Selasa (15/11).

 “Upaya pemerintah merevisi dan menyusun sistem rekodifikasi hukum pidana nasional yang bertujuan untuk menggantikan KUHP lama sebagai produk hukum pemerintahan zaman kolonial Hindia Belanda perlu segera dilakukan, sehingga sesuai dengan dinamika masyarakat,” jelasnya seperti rilis yang diterima dari Kemenkominfo.

RUU KUHP sendiri telah dimulai rancangannya sejak tahun 1970 oleh Pemerintah. Penyusunan RUU KUHP juga telah melalui berbagai diskusi dan sosialisasi yang melibatkan berbagai pihak termasuk masyarakat.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas terkait RKUHP, Pemerintah terus melakukan sosialisasi sebagai sarana untuk memberikan pemahaman masyarakat tentang pentingnya memiliki KUHP Nasional menggantikan KUHP peninggalan kolonial Belanda agar masyarakat bisa mendapatkan kepastian hukum yang berlandaskan pada Pancasila, UUD 1945, dan Hak Asasi Manusia.

Beberapa kegiatan sosialisasi RUU KUHP diungkapkan Bambang antara lain Kick Off Dialog Publik RKUHP, dan dialog publik di 11 kota di Indonesia, yang diselenggarakan untuk menyebarkan informasi perkembangan terkini draft RUU KUHP, sekaligus membuka ruang dialog, serta menghimpun masukan dari seluruh elemen masyarakat.

“Sosialisasi akan kembali dilanjutkan untuk menyampaikan narasi-narasi terkait RUU KUHP, yang mudah dicerna oleh masyarakat,” kata Bambang.

Ia berharap acara Sosialisasi RUU KUHP ini dapat menjadi sarana sosialisasi pembahasan terkait penyesuaian RUU KUHP kepada elemen-elemen publik secara luas.

“Semoga acara ini membawa manfaat yang besar dan positif bagi kita, masyarakat, dan negara. Mari kita dukung KUHP buatan Bangsa Indonesia,” tutupnya.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Tadulako, Sulbadana, mengatakan penyusunan peraturan perundang-undangan bukanlah sesuatu hal yang mudah. Namun, ia khawatir jika terlalu lama dalam satu perdebatan untuk menghasilkan suatu perundang-undangan yang baik, bahkan hingga lebih dari 50 tahun, akan memberi kesan yang tidak baik terhadap kemampuan intelektualitas para ahli hukum, khususnya ahli hukum pidana.

“Oleh karena itu, dengan kegiatan pada hari ini Insya Allah akan berkontribusi untuk mendorong segera lahirnya KUHP yang bersumber dari kepribadian Bangsa Indonesia, yang dihasilkan oleh ahli hukum Indonesia sendiri,” harapnya.

Di acara yang sama, Guru Besar Universitas Negeri Semarang R. Benny Riyanto, mengatakan ada beberapa urgensitas terkait perlunya dilahirkan KUHP Nasional, antara lain telah terjadi pergeseran paradigma dari Keadilan Retributif menjadi paradigma Keadilan Korektif, Restoratif, dan Rehabilitatif.

“Dengan pergeseran paradigma ini memang menuntut KUHP untuk segera diganti karena sudah tidak mampu lagi mengakomodasi kebutuhan hukum pidana saat ini, karena tuntutan dari paradigma baru berlaku secara universal di seluruh belahan dunia ,” jelasnya.

Menurut Benny, lahirnya KUHP Nasional juga merupakan perwujudan reformasi sistem Hukum Pidana Nasional secara menyeluruh. Hal ini merupakan kesempatan untuk melahirkan untuk melahirkan sistem Hukum Pidana Nasional yang komprehensif yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila, budaya bangsa, serta Hak Asasi Manusia yang sifatnya universal. (RO/M-3)

 

Baca Juga

MGN/Yuki Pramudya

Organ Dalam Keluarga Tewas di Magelang Rusak bak Terbakar

👤Yuki Pramudya (MGN), Narendra Wisnu Karisma (SB) 🕔Selasa 29 November 2022, 18:17 WIB
KEPOLISIAN Daerah Jawa Tengah memastikan tiga korban di Mertoyudan, Magelang, tewas diracun. Kondisi organ dalam para korban rusak berwarna...
DOK MI

Kasus Covid-19 Di Babel Kembali Melonjak

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Selasa 29 November 2022, 18:07 WIB
KASUS covid-19 di Provinsi Bangka Belitung (Babel) kembali melonjak. Saat ini tercatat ada 132 kasus aktif Covid-19 di...
dok.ist

Ikut Stabilisasi Harga Bapok di Aceh, UKM Sahabat Sandi Gelar Sembako Murah

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 17:52 WIB
RELAWAN UKM Sahabat Sandi ikut menstabilkan harga kebutuhan pokok yang saat ini mengalami lonjakan. Oleh sebab itu, kegiatan ini memberikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya