Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
AKIBAT turun hujan terus menerus sejak sekitar 1 terakhir, harga biji kopi Arabika Gayo, di kawasan Provinsi Aceh turun. Pasalnya gabah kopi yang baru dipanen itu tidak bisa dijemur karena tidak terik matahari.
Hal ini dialami para petani kopi di dataran tinggi Gayor yang meliputi Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Kabupaten Gayo Lues. Mereka serba salah, yakni kalau dipanen harganya turun. Lalu dibiarkan tidak dipetik biji kopi yang kelewatan matang itu akan gugur sendiri.
Penelusuran Media Indonesia di Redelong, Kabupaten Bener Meriah misalnya, harga biji kopi Gayo gelondongan dari sebelumnya Rp15.000/bambu, sekarang turun menjadi Rp12.000/bambu. Bahkan dengan berbagai alasan akibat cuaca tidak bersahabat para pedagang pengumpul bisa saja membanting harga hingga Rp11.000/bambu.
"Sayangnya kalau sudah dipetik, tidak bisa disimpan lama begitu saja. Tentu harus dijemur untuk menjaga mutu dan aroma khas. Tapi seperti sekarang bagaimana menjemur sedangkan tiap hari hujan terus" tutur Maimun tokoh masyarakat Takengon, Aceh Tengah, kemarin (14/11).
Dikatakan Maimun, karena tidak bisa tahan lama, petani harus berupaya biji kopi itu kering panen walau tidak sempurna. Kondisi seperti ini sangat berisiko pada harga.
Menurut Maimun kekhawatiran petani kopi Aceh sangat tinggi. Apalagi sekarang di wilayah provinsi paling ujung barat Indonesia itu masih awal musim hujan. Dua hingga tiga belanja kedepan diperkirakan kelembaban tinggi masih tinggi.
"Risiko pane musim penghujan memang sangat tinggi dan menyusahkan. Kalau tidak rajin melakukan berbagai usaha, tentu sangat berpotensi tidak mencapai hasil memuaskan" tutur Maimun.
Adapun pedagang pengum di Kabupaten Bireuen, Husaini mengaku kwalitas biji kopi baru panen sekarang memang sangat tinggi kandungan air. Hal itu disebabkan sering diguyur hujan dan kelembaban tinggi.
Karena itu petani harus melakukan beberapa teknik memanen. Antara lain yaitu harus memanen saat cuaca agak cerah. Dengan cara demikian, biji kopi tidak basah kuyup dan bisa tahan sebelum dijemur.
Ketika cuaca cerah langsung dapat dijemur walau tidak matahari tidak terlalu panas. Kemudian kondisi tempat penyimpanan tidak lembam. "Mungkin ada teknik lain yang lebih sempurna, itu biasanya terjadi sendiri dari pengalaman petani," tandasnya. (OL-13)
Baca Juga: Melihat Keunikan Kopi di Pegunungan Meratus
Penelitian terbaru mengungkap manfaat kopi yang jauh lebih luas, termasuk potensi sebagai agen antidiabetes.
Kafein dalam dosis tinggi dapat merangsang sistem saraf simpatis, yang berdampak pada meningkatnya detak jantung serta munculnya rasa gelisah
Program Desa Sejahtera Astra berhasil meningkatkan pendapatan petani kopi Garut dari Rp1,3 juta menjadi Rp3,7 juta per bulan serta menembus pasar ekspor.
Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) berpartisipasi dalam Japan International Food & Beverage Expo (JFEX) 2025 pada 3 - 5 Desember di Makuhari Messe, Tokyo, Jepang.
Meningkatnya konsumsi kopi dunia mendorong negara-negara produsen untuk semakin agresif memperkenalkan karakter kopi mereka ke pasar global.
Tanggal 5 Desember diperingati sebagai Hari Kopi Turki Sedunia. Tanggal ini dipilih untuk menandai pengakuan Kopi Turki oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2013.
ANCAMAN besar korban penyintas bencana di Aceh bukan hanya rumah yang digulung gelombang banjir bandang pada 24-27 November 2025 lalu.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved