Jumat 11 November 2022, 17:37 WIB

Dua Kasus Covid-19 Varian XBB Ditemukan Di Jawa Barat

Naviandri | Nusantara
Dua Kasus Covid-19 Varian XBB Ditemukan Di Jawa Barat

DOK MI
Ilustrasi

 

DINAS Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat (Jabar) menkonfirmasi adanya temuan Covid-19 varian XBB di wilayah Jabar. Setidaknya sudah ada dua kasus Covid-19 varian XBB yang telah ditemukan.

"Varian baru XBB sudah masuk di Jabar. Sudah ada dua kasus yang terlaporkan di Dinkes Jabar," kata Ketua Tim Surveilens dan Imunisasi Dinkes Jabar, Dewi Ambarwati di Bandung Jumat (11/11).

Dewi mengungkapkan, laporan adanya temuan varian XBB masuk di Dinkes Jabar sejak tiga hari lalu. Sejauh ini, hanya satu wilayah yang terkonfirmasi adanya kasus varian XBB di Jabar. "Laporan masuk di tiga hari lalu dan dua duanya di Kabupaten Bogor," ungkapnya.

Dewi mengatakan, adanya varian XBB berpotensi menjadi ancaman baru, pasalnya dengan transmisi yang lebih cepat, adanya varian XBB akan berdampak kepada peningkatan kasus Covid-19 di Jabar. "Di Singapura sudah mengalami peningkatan dan Kemenkes juga sudah mengeluarkan warning," ujarnya.

Menurut Dewi, Dinkes Jabar tak menampik adanya tingkat kewaspadaan yang menurun di masyarakat di tengah masih adanya ancaman Covid-19. Dengan terus bermetamorfosanya Covid-19, Dewi mendorong masyarakt untuk tidak lengah dalam menghadapi potensi infeksi Covid-19. 

"Protokol kesehatan (prokes) harus mulai kembali ditingkatkan untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 khususnya ditengah mulai merebaknya varian XBB. Sekarang kita melihat orang pakai masker sudah agak lalai, apalagi handsanitizer itu harus mulai diingatkan lagi kepada masyarakat, yang jelas prokes. Ada lima standar Prokes yang kini harus dilakukan secara disiplin oleh masyarakat di tengah ancaman varian XBB," ucapnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum telah menginstruksikan kepada seluruh pemerintah daerah di Jabar untuk  menguatkan kembali Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa. Hal ini merupakan langkah antisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Uu mengatakan, langkah antisipasi ini dilakukan berkaca dari pengalaman saat lonjakan kasus Covid-19 gelombang kedua, para pemerintah daerah 
belum bersiap. Kendati demikian, dia menegaskan langkah ini bukan berarti pemerintah menantang adanya Covid-19. "Ini mungkin kata orang 'sedia payung sebelum hujan; karena pengalaman sebelumnya," ungkapnya. (OL-15)
 

Baca Juga

AFP/PUTRI

Aktivitas Vulkanis Semeru Meningkat, BPBD Lumajang Sterilkan Zona Merah

👤Bagus Suryo 🕔Minggu 04 Desember 2022, 18:39 WIB
Kerusakan akibat awan panas Gunung Semeru itu terparah di Dusun Kajar Kuning berbatasan dengan Curah...
ANTARA/DOK.BNPB

Semeru Erupsi, Warga Diminta tidak Lakukan Aktivitas Radius 17 Km

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 18:01 WIB
Pada Minggu ini, PVMBG telah menaikkan status Gunung Semeru dari sebelumnya Level 3 atau Siaga menjadi Level 4 atau Awas terhitung mulai...
MI/Palce Amalo

Pedagang Heran Stok Melimpah tapi Harga Telur di Kupang Naik, Diduga Ditahan Oknum

👤Palce Amalo 🕔Minggu 04 Desember 2022, 17:58 WIB
BIASANYA para pedagang perantara menahan telur di gudang selama beberapa hari. Mereka bilang barang kosong tapi sebenarnya ada di gudang,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya