Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat (Jabar) kembali akan mengadakan vaksinasi Covid-19, setelah mendapat pasokan lagi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Ketua Satuan Tugas Covid-19 Kota Bandung, Asep Gufron di Bandung Selasa (1/11) mengatakan, hari ini Kemenkes baru saja menyalurkan 1.000 vial vaksin Covid-19 jenis Pfizer. "Kita mengajukan kemarin di atas 5.000 vial. rencana, bertahap disampaikan ke Kota Bandung," kata Asep.
Menurut Asep, 1.000 vial tersebut, akan mampu mencangkup sekitar 12.000 sasaran baik dosis pertama, kedua, ketiga, maupun keempat. Seluruh vial yang ada, akan segera didistribusikan ke seluruh puskesmas di Kota Bandung, mengingat sudah cukup tingginya permintaan pengadaan vaksinasi. Jadi tidak bisa hanya didominasi oleh beberapa puskesmas, tapi harus bisa melayani masyarakat di 30 kecamatan.
Saat ditanya tanggal pasti pengiriman sisa 4.000 vial lainnya, Asep mengatakan Pemkot Bandung akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Pemprov Jabar. Asep juga menekankan, Pemkot Bandung tidak memiliki wewenang untuk menentukan
pendistribusian susulan.
"Namun saya memastikan bahwa kegiatan vaksinasi akan segera dilakukan demi menggencarkan kembali percepatan program vaksinasi di Kota Bandung. Mudah-mudahan bisa secepatnya dikirim kembali ke Kota Bandung," harapnya.
Plt Kepala Dinkes Kota Bandung Anhar Hadian mengatakan, pihaknya tengah menyusun rencana penyaluran 1.000 vial vaksin agar efektif. Beberapa cara yang dipertimbangkan yaitu membagikan ke puskesmas, vaksinasi secara sentral atau vaksinasi pada kegiatan-kegiatan yang tengah
berlangsung.
"Saya bisa menghitung apakah 80 puskesmas dibagi semua atau sebagian, dipakai sentral atau dipakai di beberapa event. Ada beberapa kegiatan minta ada kegiatan vaksinasi, kemarin-kemarin kami tolak karena tidakada persediaan vaksinnya," terangnya.
Anhar mengaku, ingin segera mendistribusikan vaksin dan agar masyarakat dapat segera mengakses vaksinasi. Meski begitu, keberadaan 1.000 vial vaksin tidak dapat memenuhi kebutuhan semua di Kota Bandung. "Untuk Kota Bandung, 1.000 vial tidak bisa memenuhi kebutuhan semua, 1.000 vial itu 12 ribu dosis bisa kurang. Sebagian belum ada vaksin satu dua kami akan layani," ungkapnya.
Sebelumnya Dinkes Provinsi Jawbar, melaporkan telah mendapatkan kuota vaksin Covid-19 jenis Pfizer sebanyak 67.000 vial dari Kemenkes. Vaksin akan digunakan untuk booster dan akan disalurkan kepada 27 kabupaten dan kota di Jabar.
Kabid Sumber Daya Kesehatan pada Dinkes Jabar, Juanita Paticia mengatakan pihaknya menerima dosis vaksin pada tanggal 28 Oktober kemarin. Selanjutnya akan didistribusikan ke 27 kabupaten dan kota di Jabar. "Jabar mendapatkan kuota vaksin Pfizer sebanyak 67.000 vial, sudah kami
terima pada tanggal 28 Oktobet 2022 sebanyak 62.400 vial yang akan didistribusikan ke 27 kabupaten dan kota. Vaksin tersebut akan diprioritaskan untuk booster tahap pertama dan kedua," jelasnya.
Menurut Juanita, total sasaran penerima vaksin Covid-19 di Jabar, mencapai 42.610.134 orang. Hingga 30 Oktober, jumlah penerima vaksin dosis satu sebanyak 37.056.668 atau 86,97 persen, dosis dua 31.951.457 atau 74,99 persen, dosis tiga 15.234.200 atau 46,11 persen dan dosis
keempat 71.948 atau 39,60 persen. (OL-13)
Baca Juga: Pemkab Sikka Umumkan Kebutuhan Pegawai Kontrak 2022
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup (KLH) melarang penggunaan insinerator mini untuk mengolah sampah.
Saat ini, di Kota Bandung baru ada dua puskesmas yang sudah beroperasi penuh selama 24 jam, yakni Puskesmas Ibrahim Adjie dan Puskesmas Garuda
Peristiwa longsor tersebut menyebabkan kirmir atau turap pembatas jalan roboh dan memicu penggerusan tanah.
Dengan luas sekitar 11,7 hektare, kawasan ini memiliki peran penting sebagai ruang hijau di tengah kepadatan wilayah perkotaan.
Selain kebersihan jalan, Pemkot Bandung juga menaruh perhatian besar pada penguatan sistem pengolahan sampah.
Permasalahan sampah menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved