Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Waspadai Penyakit Zoonosis dan Jaga Kualitas Pangan, DKPP Kota Bandung Gelar Bangsawan Expo

Naviandri
17/2/2026 09:28
Waspadai Penyakit Zoonosis dan Jaga Kualitas Pangan, DKPP Kota Bandung Gelar Bangsawan Expo
Waspada terhadap penyakit hewan, DKPP Kota Bandung gelar Bandung Bangsawan Expo.(Dok.Diskominfo Kota Bandung)

SEBAGAI upaya memperkuat kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis sekaligus menjaga kualitas pangan asal hewan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar Bandung Jaga Kesehatan Hewan (Bangsawan Expo) pada Sabtu (14/2).

Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menyatakan, Bandung sebagai kota besar dan kota terbuka memiliki mobilitas hewan yang sangat tinggi, baik hewan peliharaan maupun ternak pangan yang sebagian besar dipasok dari luar daerah. Kondisi ini membuat pengawasan kesehatan hewan menjadi krusial karena berpotensi memicu penularan penyakit dari hewan ke manusia (zoonosis).

“Ancaman zoonosis itu nyata. Secara global hampir separuh jenis penyakit pada manusia berasal dari patogen hewan. Kita sudah belajar dari kasus flu burung, rabies hingga PMK. Oleh karena itu, kesehatan hewan, mutu dan kualitas pangan asal hewan harus dijaga bersama,” ungkapnya.

Menurut Gin Gin, selain edukasi publik, Bangsawan Expo juga menjadi ajang kolaborasi antar-OPD, komunitas pencinta hewan, perguruan tinggi, peternak, pelaku urban farming, hingga komunitas Buruan Sae. 

Beragam layanan publik dihadirkan, mulai dari layanan administrasi kependudukan, ketenagakerjaan, kesehatan, hingga edukasi keselamatan dari dinas kebakaran. Anak-anak pun mendapat ruang hiburan edukatif agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh sejak dini.

"Selain itu, kami juga memperkenalkan hasil riset UPT berupa varietas ayam hasil persilangan yang dirancang adaptif dengan iklim Kota Bandung," terangnya.

Ayam ini lanjut Gin Gin, dikembangkan sebagai ayam petelur dan pedaging dengan keunggulan adaptasi lingkungan yang baik, efisiensi pakan serta produktivitas telur dan daging yang lebih tinggi dibanding ayam konvensional. Inovasi ini diproyeksikan memperkuat ketersediaan protein hewani sekaligus mendorong ketahanan pangan perkotaan.

“Ini bukti bahwa Bandung tidak hanya serius menjaga kesehatan hewan tapi juga membangun ketahanan pangan. Ayam hasil riset ini akan dikembangkan untuk peternak kota dan program Buruan Sae,” tuturnya.

Bangsawan Expo juga diisi dengan pembagian bibit gratis sebagai media edukasi lingkungan, mulai dari bibit ikan konsumsi dan ikan hias (nila, mas), aneka bibit sayuran buah dan daun hingga bibit ayam petelur dan pedaging. 

Tak hanya itu, kompos hasil olahan limbah organik dan kotoran hewan juga dibagikan kepada warga untuk mendorong praktik pertanian ramah lingkungan di pekarangan rumah.

PROGRAM BANGSAWAN
Gin Gin menambahkan, program Bangsawan merupakan penguatan dari sistem layanan manajemen kesehatan hewan terintegrasi yang telah dikembangkan Kota Bandung melalui platform layanan terpadu. Ke depan, integrasi data sebaran hewan, status vaksinasi, hingga pelaporan masyarakat akan terus diperkuat agar pengendalian penyakit hewan dan zoonosis bisa lebih cepat, akurat dan berdampak nyata.

“Intinya, ini gerakan bersama. Edukasi, kolaborasi, inovasi pangan dan layanan kesehatan hewan kami satukan agar Bandung semakin siap menjaga warganya dari risiko penyakit hingga ketersediaan pangan yang sehat,” sambungnya.(E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik