Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR dua hektare (ha) tanaman ganja siap panen atau berumur sekitar tiga bulan disita Polres Aceh Tengah, Provinsi Aceh.
Tanaman psikotropika yang terkandung kanabidiol itu ditemukan dalam kebun kopi di perbukitan kawasan Dedamar, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, pada Minggu (30/10).
Penemuan itu bawal dari keterangan seorang tersangka berinisial S, 50, yang telah diamankan beberapa hari lalu. Dari hasil pengembangan informasi ini, tim operasi Polres Aceh Tengah langsung menuju lokasi tempat penanaman itu yang diduga milik S tersebut.
Setelah menempuh perjalanan kaki sekitar 2 jam, personel Polres Aceh Tengah tiba di lokasi penanaman. Perjalanan harus melewati banyak perkebunan warga.
Baca juga: Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Lawu Dihentikan
Kondisi tanaman ganja yang sangat subur ini ternyata pemiliknya menanam pada lahan kebun kopi. Lalu di sela-sela batang ganja itu juga ditanami tembakau, sehingga layaknya mirip kebun tumpang sari.
Kapolres Aceh Tengah, AKB Nurochman Nulhakim, Senin (31/10), mengatakan ratusan batang ganja tersebut sebagian besar dimusnahkan dengan cara dibakar.
Sebagai bahan bukti, ada juga batang ganja itu dipotong lalu diangkut ke Mapores Aceh Tengah.
"Diduga pemilik tanaman ganja itu sempat memanen beberapa kali sebelum ditemukan tim operasi," kata Nurochman, Senin. (OL-16)
Pasalnya sudah hampir tiga bulan usai bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Sumatra, sekolah-sekolah di lokasi itu masih harus belajar berlantai terpal plastik di tenda darurat.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
Keputusan ini diambil lantaran delapan desa di Aceh Tengah masih terisolasi total akibat kerusakan infrastruktur yang parah pascabencana banjir dan tanah longsor.
FAKULTAS Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menjalankan misi kemanusiaan sekaligus pemetaan pascabencana banjir bandang di Desa Kala Segi dan Desa Toweren, Kabupaten Aceh Tengah.
JALAN terjal masih harus ditempuh oleh korban banjir besar Sumatra, terutama di Aceh, agar kehidupan mereka bisa segera pulih.
PERISTIWA menegangkan terjadi saat rombongan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah meninjau lokasi banjir di kawasan Pemeue, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (21/12).
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved