Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPR RI Agustiar Sabran mengatakan, momentum Hari Sumpah Pemuda 2022 harus dimaknai dengan baik oleh para generasi penerus bangsa, termasuk meningkatkan kepedulian dengan membantu korban banjir yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Kalimantan Tengah.
"Pada momentum Hari Sumpah Pemuda seperti sekarang ini, saya harapkan pemuda di Kalteng meningkatkan kepedulian, salah satunya ikut terlibat penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah daerah dan mengakibatkan banyak masyarakat yang terdampak," katanya/
Agustiar yang menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng itu menuturkan semangat Sumpah Pemuda yang terjadi pada 94 tahun silam harus tetap ada pada saat ini untuk menghadapi dunia penuh dengan tantangan.
Ia mengatakan jangan sampai pemuda dan pemudi di provinsi itu hanya menjadi penonton jika sesama masyarakat mengalami kesulitan dan musibah.
"Kami saat ini sudah melakukannya setiap saat dengan turun langsung memastikan kondisi masyarakat yang terdampak banjir. Tidak hanya omongan saja, namun bukti nyata dan memberikan kebutuhan masyarakat yang diperlukan saat ini," ucap anggota Komisi III DPR RI itu.
Kakak Kandung Gubernur Kalteng Sugianto Sabran itu menegaskan semangat Sumpah Pemuda harus terus menyala menghadapi dunia yang berubah dengan cepat.
Baca juga : BBKSDA Riau Lepasliarkan Macan Akar Diselamatkan Warga
Dalam arus besar globalisasi dengan persaingan yang sengit, katanya, Sumpah Pemuda justru membawa energi positif yang menyatukan. Persaingan dan perbedaan tidak harus membuat masyarakat melupakan masalah, kepentingan, dan tujuan bersama.
Dia mengatakan dengan semangat persatuan, kerja sama, dan gotong royong maka akan menjadi kunci untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Menjadi warga negara Indonesia tidak cukup hanya dengan menjadi bagian dari wilayah Indonesia.
"Tetapi harus bekerja sama, meningkatkan solidaritas, rasa persaudaraan, dan saling membantu satu sama lain dalam semangat solidaritas," ungkapnya.
Agustiar menambahkan ,persatuan harus terus diperjuangkan dengan menghargai perbedaan, menjaga toleransi, menjaga keutuhan, dan kedaulatan NKRI dalam bingkai 'Huma Betang'.
"Momentum Hari Sumpah Pemuda harus menjadikan inspirasi bagi semua, khususnya generasi muda agar tampil sebagai garda terdepan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan," ujar Agustiar. (Ant/OL-7)
SETIAP 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berikrar untuk bersatu: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia.
Dulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan pena, kini perjuangan itu menuntut transformasi ekonomi, kemandirian finansial, dan keadilan sosial.
Menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang peduli dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kembali pentingnya pemulihan kawasan Puncak sebagai hulu DAS Ciliwung yang menopang kehidupan di wilayah hilir.
Momentum ini menjadi titik temu antara penegakan hukum, pelestarian lingkungan, tanpa melupakan sisi anugerah alam yang bisa dijadikan sumber mata pencaharian masyarakat.
Dalam sejarah, Sumpah Pemuda 1928 dapat dibaca sebagai upaya membangun imajinasi kolektif di bawah kondisi keterpecahan dan penindasan
Musda ke-VIII Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten resmi ditutup dan menandai babak baru kepemimpinan organisasi kepemudaan di Tanah Jawara.
Generasi muda perlu ruang untuk kembali merumuskan harapan dan arah masa depan.
Generasi muda, termasuk yang tergabung dalam Karang Taruna, didorong untuk terus terlibat dalam memperkuat sektor ekraf.
Beberapa pemuda terlihat mengacungkan balok dan menghantamkan benda tersebut ke arah mobil yang melintas
PUTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XX/Tahun 2025 yang memisahkan pemilu nasional dan pemilu lokal dinilai berpotensi mengubah peta demokrasi Indonesia secara drastis.
Guru Besar UNJ, Abdul Haris Fatgehipon, menegaskan perlunya rekonstruksi gerakan kebangsaan dengan menempatkan pemuda sebagai aktor utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved