Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMUNITAS Nelayan Pesisir Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menggelar pelatihan bermanfaat untuk para nelayan yang tinggal di desa-desa pesisir Sulsel. Kali ini, giliran nelayan di Kabupaten Maros yang menerima pelatihan dari komunitas ini.
Bertempat di balai desa Kampung Desa Masumbalia, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, pelatihan bertajuk 'Pengolahan dan Pengepakan Hasil Tangkap Nelayan' ini diikuti sedikitnya 100 nelayan dari berbagai desa pesisir Maros, Sulawesi Selatan, kemarin.
Para nelayan diajarkan bagaimana mengelola ikan tangkapan mereka untuk menjadi produk pangan yang baik dan tahan lama. Mulai dari bagaimana proses penangkapan yang benar, pengemasan, dan penyimpanannya. Para nelayan juga diberikan edukasi perihal produk-produk makanan yang bisa dibuat dan dijual dari hasil tangkapan mereka. Ini menjadi langkah untuk meningkatkan pendapatan para nelayan.
"Semoga dengan adanya latihan ini bisa menciptakan kemandirian bagi para nelayan, lalu dalam jangka panjang, insyaallah bisa menciptakan kemandirian pangan bangsa Indonesia dari sektor perikanan ," ujar Sekretaris Wilayah Komunitas Nelayan Pesisir Sulsel Muhammad Arafah.
Arafah memaparkan, potensi hasil laut di Indonesia, khususnya di Sulsel sangat tinggi, sehingga amat disayangkan bila tidak dikelola dengan baik guna mencapai kesejahteraan bagi para nelayan tangkap di wilayah pesisir.
Lebih lanjut, Arafah menjelaskan, pelatihan ini juga sekaligus menjadi wadah konsolidasi dukungan dari para nelayan untuk Ganjar Pranowo. Para nelayan membutuhkan pemimpin yang memang telah terbukti selalu berusaha untuk memperjuangkan kesejahteraan para nelayan.
Komunitas ini bersama para nelayan di Desa Masumbalia pun mendeklarasikan dukungan mereka terhadap Ganjar Pranowo untuk maju menjadi Presiden Indonesia pada 2024 mendatang. Seluruh anggota komunitas ini telah memantau kinerja Ganjar di Jawa Tengah, dan meyakini bahwa pria berambut putih tersebut adalah pemimpin yang tepat bagi para nelayan kecil.
"Pak Ganjar adalah sosok yang terbuka untuk semua kalangan, khususnya nelayan. Hal ini telah terbukti di Jawa Tengah. Dari berita yang saya lihat, sudah ratusan ribu nelayan yang dibantu oleh Pak Ganjar. Ada Kartu Nelayan yang bisa memberi bantuan mulai dari modal, asuransi, hingga bantuan bahan bakar. Termasuk untuk asuransi, sudah lebih dari 151 ribu yang tercover asuransi nelayan," kata Arafah.
"Harapan kami, semoga Pak Ganjar bisa jadi presiden, dan memperjuangkan nasib nelayan di seluruh Indonesia. Harapan kami juga agar Pak Ganjar bisa membawa program-programnya di Jawa Tengah, ke Sulawesi Selatan. Seperti bantuan asuransi kecelakaan, bantuan modal, hingga bantuan bahan bakar untuk nelayan," tambahnya. (OL-13)
Baca Juga: Dinkes Cianjur Kesulitan Cari Sasaran Vaksinasi Covid-19
Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung program tersebut.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Nelayan setempat sudah tidak melaut sejak dua minggu terakhir akibat cuaca buruk.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Nelayan yang ingin melaut diimbau untuk waspada dan selalu mencari informasi terkait cuaca.
Tim SAR temukan FDR dan CVR pesawat jatuh di Maros-Pangkep, Sulsel, Rabu (21/1). Data kotak hitam segera diserahkan ke KNKT untuk investigasi penyebab kecelakaan.
TIM SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan, dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung namun belum dievakuasi
KNKT menyampaikan bahwa pesawat ATR 42 pecah berhamburan akibat menabrak lereng gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Sakti juga menyampaikan rasa keprihatinannya atas insiden pesawat ATR 42-500 dengan kode registrasi PK-THT yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan tersebut.
ATR adalah singkatan dari Avions de Transport Régional (Prancis) atau Aerei da Trasporto Regionale (Italia).
Jumlah penumpang on board (POB) sebanyak 11 orang, delapan kru pesawat dan tiga orang penumpang. Saat ini tim SAR Gabungan telah mengerahkan personel, mobil truk, drone dan rescue car satu tim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved