Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan Kudus Jawa Tengah mencatat peningkatan yang tinggi terhadap kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD). Hingga akhir Agustus 2022, tercatat terdapat 386 kasus dengan jumlah 6 orang meninggal dunia.
Jumlah ini meningkat 100% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni berjumlah 175 kasus dengan sebanyak 3 orang meninggal dunia.
Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Kudus Darsono mengatakan, penyebab utama melonjaknya kasus DBD adalah akibat dari kurangnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan juga factor anomali cuaca. Menurutnya, kebanyakan kasus DBD di Kota Kudus terjadi pada anak-anak usia sekolah di bawah 15 Tahun.
"Lingkungan yang tidak bersih dan kurang sehat merupakan sarana perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti, oleh karenanya penting untuk melakukan gerakan 3M plus," ujar Darsono di Kudus, Jumat (14/10/2022). (Mef/A-3)
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sejak Januari hingga Februari 2026 tercatat sebanyak 30 orang positif.
Kasus DBD pada Januari 2026 yakni dua kasus dari wilayah kerja Puskesmas Selatpanjang, satu kasus dari Puskesmas Alai dan Puskesmas Kedabu Rapat.
Chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.
"Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus menjadi vektor utama. Keberadaan dan penyebarannya yang meluas menjadikan arbovirus sebagai ancaman serius,”
DOKTER spesialis penyakit dalam dr. Dirga Sakti Rambe menyebut terdapat penjelasan mengapa kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia sulit sekali dihentikan.
Virus ini dapat masuk ke tubuh manusia lewat perantara nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus.
Kementerian Kesehatan menerapkan teknologi Wolbachia untuk menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved