Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR luapan sungai masih menjadi ancaman potensi bencana hidrometeorologi di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Kondisi tersebut tak terlepas masih tingginya intensitas curah hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardhani, menjelaskan kurun dua pekan terakhir atau sejak memasuki Oktober, intensitas curah hujan terbilang cukup tinggi. Hal itu mengakibatkan beberapa kali terjadi bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
"Hari ini kami bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana yang terhimpun dari 32 komunitas relawan, unsur pemerintah wilayah, Balai PSDA Provinsi Jabar, dan perangkat daerah teknis di Kota Sukabumi melaksanakan aksi mitigasi di aliran Sungai Cisuda," kata Imran, Kamis (13/10).
Kegiatan mitigasi dipusatkan di aliran Sungai Cisuda atau di sekitar kawasan Jembatan Merah Kelurahan Jayaraksa Kecamatan Baros. Penentuan lokasi didasari pertimbangan wilayah tersebut kerap terdampak banjir luapan saat intensitas curah hujan tinggi.
Peristiwa terbesar terjadi pada Februari 2022. Luapan Sungai Cisuda saat curah hujan tinggi mengakibatkan ratusan rumah warga terendam serta menelan korban jiwa.
"Dua pekan terakhir intensitas curah hujan sangat tinggi. Aliran-aliran sungai yang melintas di Kota Sukabumi pun meluap seperti di Baros yang dibarengi dengan longsor. Nah, kami bergotong-royong memitigasi aliran sungai untuk mengurangi resiko banjir," terang Imran.
Kegiatan mitigasi dilakukan dengan pembersihan aliran sungai, pembersihan kotoran dan sampah yang menyumbat, konservasi tanaman dan pohon yang menjaga longsor, melancarkan kanal sungai hingga penataan bentangan sungai agar lebih asri dan ramah dipandang. Termasuk dipasangkan karung dan beronjong menghindari luapan air dan geseran tanah dari mobilitas kendaraan.
"Dari kegiatan ini diharapkan ada kelanjutannya berupa pengerukan. Nanti secara teknis kewenangannya ada di ranah PSDA Jabar dan Dinas PUTR Kota Sukabumi. Mudah-mudahan bisa secepatnya melakukan pengerukan menggunakan alat berat," katanya.
Imran berharap aksi nyata seperti ini diharapkan bisa meningkatnya kesadaran serta kemitraan antara pemerintah, lembaga usaha, dan masyarakat dalam pembangunan yang berkesinambungan dan berbasis pengurangan risiko bencana. Termasuk meningkatkan komitmen bersama terus melakukan aksi nyata antarelemen.
"Kami harapkan semua instansi di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi ikut ambil bagian dalam aksi pengurangan risiko bencana di masing-masing instansi," pungkasnya. (OL-15)
Musim hujan sering kali dianggap sebagai penghalang bagi sebagian orang untuk berlibur. Namun, data terbaru dari platform perjalanan digital Agoda pada Februari 2026
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Status tersebut menjadi langkah krusial guna menekan risiko banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah yang bisa saja terjadi saat intensitas hujan meningkat seperti saat ini.
Pemkot Pekanbaru resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi tahun 2025, terhitung mulai 3 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026.
Operasi dilakukan untuk menurunkan hujan di wilayah tidak terdampak, atau mencegah hujan di zona rawan bencana, menggunakan penyemaian NACL atau Calcium Oxide.
SETIDAKNYA 31 ribu personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Riau.
Kecamatan Ile Ape merupakan salah satu kawasan ring satu atau kawasan terdekat dari Gunung Api Ile Ape (Lewotolok).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) segera menetapkan status siaga bencana setelah Kabupaten Kolaka Timur dan Kota Kendari lebih dulu mengumumkan status siaga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved