Kamis 22 September 2022, 21:46 WIB

Banjir dan Longsor Terjang Pangandaran, Green Canyon Sementara Ditutup

Kristiadi | Nusantara
Banjir dan Longsor Terjang Pangandaran, Green Canyon Sementara Ditutup

DOK MI.
Ilustrasi.

 

INTENSITAS hujan tinggi yang terjadi di berbagai daerah menyebabkan banjir dan longsor di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Jalan utama penghubung empat desa pun tergenang luapan hulu Sungai Ciwayang. 

Kejadian itu pada Kamis (22/9) sekitar pukul 04.30 WIB. Dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pangandaran, Kustiman, mengatakan hujan deras yang telah terjadi sejak sore hingga siang menyebankan hulu Sungai Ciwayang meluap menggenangi ruas Jalan Raya Parigi menghungkan Dusun Purwosari, Desa Parigi, Desa Karangbenda, dan Desa Parakanmanggu. Kejadian itu menyebabkan akses masyarakat di empat desa terganggu.

"Banjir yang terjadi hingga ketinggian air di jalan sekitar 30 hingga 60 sentimeter dan lokasi lain sudah mulai surut. Namun warga tetap waspada karena intensitas hujan masih terjadi dan beberapa hari ke depan. Longsor yang menimbun jalan di Dusun Cimapag dan Dusun Mandala Mekar, Desa Harumandala, Kecamatan Cigugur, saat ini sudah bisa dilalui masyarakat," katanya, Kamis (22/9).

Hujan deras menyebabkan debit aliran Sungai Cijulang, Sungai Citumang, Sungai Ciwayang, Sungai Cijolang, dan sungai lain mengalami kenaikan hingga objek wisata Green Canyon, Kecamatan Cijulang, untuk sementara ditutup lantaran melebihi batas keamanan. Penutupan dilakukan supaya tidak terjadi hal tak diinginkan.

"Kami meminta petugas selalu mewaspadai terutama debit air di beberapa sungai, karena intensitas hujan tinggi dapat menyebabkan air melebihi batas keamanan. Aktivitas Green Canyon untuk sementara ditutup melihat kondisi bendungan Merjan," ujarnya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cukang Taneuh-Green Canyon, Kabupaten Pangandaran, Iyus Rahman, mengatakan aktivitas di objek wisata Green Canyon sementara ditutup lantaran debit air Sungai Cijulang melebihi batas keamanan dan cuaca yang buruk. Berdasarkan survei di lokasi bendungan Merjan, ketinggian air mencapai 410 sentimeter.

"Penutupan tersebut berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ada dan aktivitas perahu di objek wisata Green Canyon hanya boleh dilakukan apabila debit air maksimal 100 sentimeter. Untuk aktivitas full body rafting hanya bisa dilakukan ketika debit air maksimal 60 sentimeter," paparnya. (OL-14)

Baca Juga

MI/WIDJAJADI

Begini Kronologi Insiden di Kanjuruhan Versi Aremania Korwil Bantur

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 23:21 WIB
Setelah terjadi aksi dari dua suporter tersebut, kemudian memicu pendukung lainnya untuk memasuki area...
ANTARA/HO/POLRES TAPUT

Bantuan Kemanusiaan Mengalir ke Wilayah Terdampak Gempa di Taput

👤Yoseph Pencawan 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 23:00 WIB
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, pihaknya telah menyalurkan ratusan paket bantuan kemanusiaan ke Tapanuli Utara...
MI/Januari Hutabarat

BNPB Sebut 962 Rumah Rusak Akibat Gempa Tapanuli Utara

👤Januari Hutabarat 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 22:51 WIB
BNPB juga mengirimkan personel guna dukungan kaji cepat dan akan memberikan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) yang akan diserahkan untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya