Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PROVINSI Kalimantan Selatan memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang cukup besar mencapai 3.270 megawatt, namun baru sebagian kecil yang dimanfaatkan. Potensi EBT di Kalsel ini dicanangkan untuk mendukung program energi hijau dan penopang energi ibu kota negara (IKN) Nusantara.
Hal ini dikemukakan Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Provinsi Kalsel Sutikno.
"Saat ini suplai energi masih didominasi energi berbahan baku fosil dan kita terus mendorong peningkatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan," ungkap Sutikno, Selasa (20/9).
Secara nasional, Indonesia memiliki potensi EBT yang cukup besar mencapai lebih dari 3.000 gigawatt yang didominasi energi surya. Di Kalsel, potensi EBT diperkirakan mencapai 3.270 mw yang berasal dari energi tenaga surya, bayu, air maupun biogas serta biomassa.
Khusus untuk energi angin (bayu), Kalsel memiliki potensi hingga 1.400 mw yang ada di Kabupaten Tanah Laut. Namun hingga kini potensi EBT itu belum bisa dimanfaatkan.
"Sebelumnya sudah ada calon investor yang akan mengembangkan energi angin, tetapi menghadapi berbagai kendala sehingga belum bisa berjalan," tuturnya.
Dikatakan Sutikno, saat ini penggunaan energi untuk kebutuhan 4,3 juta masyarakat dan industri sebesar 718,9 mw. Suplai energi ini terbesar berasal dari energi fosil 622 mw dan EBT sebesar 96,907 mw. Dalam waktu dekat juga akan beroperasi unit 5 dan 6 PLTU Asam-asam, Kabupaten Tanah Laut berkapasitas 2x100 mw.
"Tingkat bauran energi di Kalsel saat ini baru 13,37% dan ditargetkan 19,05% pada 2025," ujarnya.
Baca juga: Jokowi Teken Perpres Pengembangan EBT, Atur Penghentian PLTU
Sebelumnya, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Husnul Khatimah mengatakan Pemprov Kalsel terus berupaya agar penggunaan fosil sebagai bahan baku energi dapat dikurangi selaras dengan target pemerintah pusat untuk penggunaan energi hijau.
Ke depan kebutuhan energi listrik terus meningkat terlebih dalam rangka menopang kebutuhan energi IKN di Kalimantan Timur. Di Kalsel, sejumlah kawasan industri dan ekonomi akan banyak membutuhkan energi seperti Industri Jorong, Tanah Laut, diperkirakan 1.000 mw, KAPET Batulicin 600 mw, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mekar Putih 400 mw dan Industi Jhonlin Grup 400 mw.
Keperluan energi Kalsel pada 2050 diperkirakan mencapai 8.700 mw dengan target capaian bauran energi sebesar 24,7% atau 2.148,9 mw.(OL-5)
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup akan melakukan audit lingkungan terhadap 182 perusahaan tambang dan sawit yang dinilai menjadi penyebab kerusakan lingkungan dan bencana banjir
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan status kebencanaan menjadi tanggap darurat bencana hidrometeorologi menyusul semakin parahnya kondisi banjir di wilayah tersebut.
BPBD terus menggenjot langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mitigasi bencana.
Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat sejumlah wilayah Kalsel saat ini mengalami banjir meliputi Kabupaten Banjar, Balangan dan Hulu Sungai Utara.
(KPK) membeberkan modus dugaan pemerasan terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan tiga orang jaksa di Kalsel. KPK telah menetapkan tiga tersangka
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Kalimantan Selatan menerjunkan 3.800 personel untuk membantu kelancaran dan keamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
SEMBILAN tahun berturut-turut, Indonesia gagal mencapai target bauran energi terbarukan. Target ekonomi 8% pada 2029 justru akan menaikkan emisi hingga 17% pada 2040.
Laporan Land Gap 2025 mengungkap banyak negara masih mengandalkan hutan dan lahan untuk memenuhi target iklim, alih-alih memangkas emisi fosil secara cepat.
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyerukan dunia “mengalahkan penyangkalan iklim” dan melawan berita palsu dalam pembukaan KTT iklim PBB COP30 di Belém, Brasil.
Negara yang berkomitmen dalam Perjanjian Paris untuk menurunkan emisi karbon ini masih menggantungkan diri pada energi fosil,
UPAYA pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel), terhabat karena ketergantungan energi fosil.
INDONESIA menduduki peringkat teratas dalam konsumsi mikroplastik per kapita di dunia sebanyak 15 gram per bulan. Pemerintah Indonesia harus segera menolak mendukung industri plastik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved