Selasa 20 September 2022, 11:18 WIB

Potensi EBT Tenaga Angin di Kalsel belum Termanfaatkan

Denny Susanto | Nusantara
Potensi EBT Tenaga Angin di Kalsel belum Termanfaatkan

MI/Lilik Darmawan
Ilustrasi: Pembangkit listrik tenaga hybrid (PLTH) yang menggabungkan panel surya dengan kincir angin.

 

PROVINSI Kalimantan Selatan memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang cukup besar mencapai 3.270 megawatt, namun baru sebagian kecil yang dimanfaatkan. Potensi EBT di Kalsel ini dicanangkan untuk mendukung program energi hijau dan penopang energi ibu kota negara (IKN) Nusantara.

Hal ini dikemukakan Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Provinsi Kalsel Sutikno.

"Saat ini suplai energi masih didominasi energi berbahan baku fosil dan kita terus mendorong peningkatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan," ungkap Sutikno, Selasa (20/9).

Secara nasional, Indonesia memiliki potensi EBT yang cukup besar mencapai lebih dari 3.000 gigawatt yang didominasi energi surya. Di Kalsel, potensi EBT diperkirakan mencapai 3.270 mw yang berasal dari energi tenaga surya, bayu, air maupun biogas serta biomassa.

Khusus untuk energi angin (bayu), Kalsel memiliki potensi hingga 1.400 mw yang ada di Kabupaten Tanah Laut. Namun hingga kini potensi EBT itu belum bisa dimanfaatkan.

"Sebelumnya sudah ada calon investor yang akan mengembangkan energi angin, tetapi menghadapi berbagai kendala sehingga belum bisa berjalan," tuturnya.

Dikatakan Sutikno, saat ini penggunaan energi untuk kebutuhan 4,3 juta masyarakat dan industri sebesar 718,9 mw. Suplai energi ini terbesar berasal dari energi fosil 622 mw dan EBT sebesar 96,907 mw. Dalam waktu dekat juga akan beroperasi unit 5 dan 6 PLTU Asam-asam, Kabupaten Tanah Laut berkapasitas 2x100 mw.

"Tingkat bauran energi di Kalsel saat ini baru 13,37% dan ditargetkan 19,05% pada 2025," ujarnya.

Baca juga: Jokowi Teken Perpres Pengembangan EBT, Atur Penghentian PLTU

Sebelumnya, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Husnul Khatimah mengatakan Pemprov Kalsel terus berupaya agar penggunaan fosil sebagai bahan baku energi dapat dikurangi selaras dengan target pemerintah pusat untuk penggunaan energi hijau.

Ke depan kebutuhan energi listrik terus meningkat terlebih dalam rangka menopang kebutuhan energi IKN di Kalimantan Timur. Di Kalsel, sejumlah kawasan industri dan ekonomi akan banyak membutuhkan energi seperti Industri Jorong, Tanah Laut, diperkirakan 1.000 mw, KAPET Batulicin 600 mw, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mekar Putih 400 mw dan Industi Jhonlin Grup 400 mw.

Keperluan energi Kalsel pada 2050 diperkirakan mencapai 8.700 mw dengan target capaian bauran energi sebesar 24,7% atau 2.148,9 mw.(OL-5)

Baca Juga

dok.ist

Komunitas Nelayan Pesisir di Takalar Dukung Ganjar Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 11:52 WIB
KOMUNITAS Nelayan Pesisir Kabupaten Takalar mengkonsolidasi dukungan Ganjar Pranowo Presiden 2024 di Desa Lakatong, Mangarabombang,...
dok.ist

Tokoh Adat Papua Kutuk Pelaku Korupsi yang Lecehkan Hak Rakyat

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 11:44 WIB
DUKUNGAN kepada KPK untuk memberantas korupsi di wilayah Papua terus berdatangan. Kali ini disuarakan oleh tokoh adat Sentani, Boas Assa...
MI/DENNY SUSANTO

Kopi Lokal Kalsel, di Antara Antusias Petani dan Kendala Birokrasi

👤Denny Susanto 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 11:10 WIB
Komoditas kopi ini sedang naik daun dan generasi muda cukup antusias mempelajari bisnis kopi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya