Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah kondisi fokus melakukan penyelidikan kasus pembunuhan disertai mutilasi dan pembakaran di lokasi penemuan mayat, tim Polrestabes menangkap dua aparatur sipil negara (ASN) sedang memadu kasih di dalam mobil tidak jauh dari lokasi penemuan mayat di sekitar Pantai Marina, Kota Semarang.
Penangkapan dua sejoli ASN Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di sekitar Pantai Marina Kota Semarang oleh Tim Elang Hebat Kota Semarang (Tebas) Polrestabes Semarang cukup mengejutkan, karena tidak jauh dari lokasi penangkapan tersebut beberapa hari sebelumnya ditemukan mayat korban pembunuhan disertai mutilasi dan pembakaran.
Polisi yang masih disibukkan melakukan penyelidikan kasus penemuan mayat diduga Iwan Budi Prasetyo, staf Bapenda Kota Semarang tersebut, sekitar pukul 17.00 WIB Selasa (13/9) melihat sebuah mobil sedan warna putih yang diparkir sekitar kawasan Pantai Marina bergoyang-goyang.
Baca juga: Akses Jalan Utama ke Binangun Terputus akibat Longsor
Melihat mobil parkir bergoyang tersebut, polisi curiga dan ketika didekati terlihat dari kaca jendela mobil dua sejoli yang masih menggunakan seragam dinas pegawai sedang memadu kasih sehingga petugas segera mengetuk dan menggiring dua pasangan mesum tersebut yakni GC,32, dan AR,26, ke kantor polisi untuk diperiksa.
Kepala Polrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, di Semarang, Selasa, mengatakan, pasangan tersebut sudah dimintai keterangan oleh petugas unit PPA dijerat pasal pornografi dan kesusilaan di depan umum. Pelaku GC mengaku hubungan terlarang tersebut telah dijalani selama dua bulan.
Saat dilakukan penangkapan, lanjut Irwan, pelaku perempuan masih mengenakan pakaian seragam dinas bagian bawahnya. "Mereka ditangkap karena petugas curiga melihat mobil goyang, ketika didekati ternyata sedang berbuat tidak senonoh," tambahnya.
Lokasi penangkapan kedua sejoli yang sedang mabuk asmara tersebut, ungkap Irwan, tidak jauh dari lokasi penemuan sosok mayat diduga korban pembunuhan disertai mutilasi dan pembakaran di sekitar Pantai Marina Kota Semarang yang memang cukup sepi. (OL-16)
Rekomendasi Ombudsman RI akan diterbitkan apabila dalam tahap resolusi monitoring setiap laporan masyarakat tidak diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Banjir setinggi 40-60 sentimeter itu membuat sejumlah pabrik di kawasan tersebut terpaksa memulangkan pekerja lebih awal
Banjir tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan Semarang sejak pukul 16.00 WIB hingga 18.30 WIB. Banjir yang terjadi mencapai ketinggian 10-60 centimeter.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan pompa air tenaga surya berkapasitas total 2 x 125 liter per detik sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir.
Hingga November 2025, data menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan telah mencapai 7,6 juta orang.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved