Selasa 06 September 2022, 13:09 WIB

Tambang Tepi Jalan Trans Kalimantan Rusak Jalan dan Rumah Warga

Denny Susanto | Nusantara
Tambang Tepi Jalan Trans Kalimantan Rusak Jalan dan Rumah Warga

MI/Denny Susanto
Warga di Desa Satui Barat, Kabupaten Tanah Bumbu menunjukkan lantai rumahnya rusak dan retak diduga penambangan batubara.

 

AKTIVITAS tambang batubara diduga menjadi penyebab kerusakan puluhan rumah warga dan rusak serta amblesnya ruas jalan Trans Kalimantan di Desa Satui Barat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Informasi dihimpun Media Indonesia bahwa peristiwa ini sudah berlangsung cukup lama, namun belum ada respons dari pemerintah daerah maupun pihak perusahaan. Bahkan warga yang keselamatannya terancam akibat rumah mereka rusak dan rawan ambruk sebagian terpaksa mengungsi. Ada pula yang turun ke jalan meminta sumbangan untuk mencari rumah kontrakan.

"Sejak 16 Agustus lalu kita telah melaporkan masalah ini kepada Bupati namun belum ada respon. Dan kemarin kita telah menyurati DPRD Tanah Bumbu untuk hearing dengan warga desa guna mencari solusi masalah ini,"ungkap Agus Rismalian Nor, Kuasa Hukum Warga Desa Satui Barat, Selasa (6/9).

Tercatat ada 22 rumah warga yang mengalami kerusakan ringan hingga berat.

baca juga: Puluhan Desa Di Kalsel Masuk Kategori Tertinggal

Menurut Agus, adanya aktivitas pertambangan batubara yang berlokasi di tepi jalan trans Kalimantan dan dekat permukiman warga diduga kuat menjadi penyebab kasus ini.

"Lokasi aktivitas tambang batubara tepat di tepi jalan negara. Saat ini jalan negara sendiri sudah mengalami kerusakan, ada penurunan badan jalan satu meter, bahkan dengan cuaca buruk seperti ini, di khawatirkan akses jalan akan putus," tuturnya.

Ada sejumlah perusahaan tambang yang beroperasi di sekitar lokasi kejadian antara lain IUP PT Autum bara energy, IUP CV Anugerah Borneo Coal dan IUP PT Mitra Jaya Abadi Bersama. Sedangkan perusahaan yang diduga menjadi penyebab kerusakan pemukiman dan jalan trans Kalimantan adalah PT Mitra Jaya Abadi Bersama.

Camat Satui, Kadri Mandar, membenarkan terjadinya kerusakan jalan dan rumah warganya yang diduga akibat aktivitas tambang. Sementara pihak BPJN juga telah melakukan pengecekan kondisi jalan nasional di Desa Satui Barat yang mengalami kerusakan. (N-1)

Baca Juga

ANTARA/Kornelis Kaha

Pencegahan Stunting Masuk dalam Agenda Khotbah Jumat di 1.005 Masjid di NTB

👤Dinda Shabrina 🕔Senin 26 September 2022, 09:30 WIB
Langkah itu merupakan gerakan dari berbagai pihak dengan harapan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah stunting secara...
Dok. DPR RFI

Cegah Penambangan Ilegal, Legislator Dorong Wilayah Tambang Rakyat di Babel

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 08:35 WIB
"Kami terus memperjuangkan legalitas tambang masyarakat ini, baik itu dari teknis menambang sesuai dengan K3 dan legalitas untuk...
Dok.Ist

Toba Pulp Lestari Dukung Sport Tourism Danau Toba

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 08:27 WIB
Pengembangan destinasi wisata memerlukan pilar 3A + 3K, yakni Akses, Amenitas, Atraksi, serta Komitmen, Kreativitas, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya