Jumat 02 September 2022, 20:11 WIB

Polda Jateng Bentuk Tim Trauma Healing Korban Pencabulan di Batang

Akhmad Safuan | Nusantara
Polda Jateng Bentuk Tim Trauma Healing Korban Pencabulan di Batang

MI/A SAFUAN
Petugas sedang memeriksa AM, 33, guru agama SMP di Grinsing, Batang, Jawa Tengah, Jumat (2/9), atas sangkaan pencabulan siswinya.

 

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Tengah membentuk tim trauma healing untuk memulihkan kejiwaan belasan korban kasus pencabulan di sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.
 
Kapolda Jateng Irjen Achmad Luthfi di Batang, Jumat (2/9), mengatakan, polda akan melakukan eksistensi penanganan kasus pencabulan di Batang dengan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dinas Pendidikan, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
 
"Hari ini kita lakukan eksistensi dan mendalami kasus untuk diekspos dalam waktu dekat," katanya.
 
Menurut dia, polda akan melakukan penanganan kasus pencabulan itu secara step by step karena korban masih di bawah umur.
 
"Kita tidak perlu grusa grusu (tergesa-gesa) terkait dengan pembuktian kasus itu. Namun, hal yang utama adalah upaya preemtif dan preventif terhadap keluarga korban maupun para korban," katanya.


Baca juga: Polisi Selidiki Mahasiswi Terjun dari Lantai 9 Apartemen Alton Semarang

 
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap 13 siswi sekolah menengah pertama (SMP) yang dilakukan seorang guru agama, Kamis (1/9).
 
"Kami akan menelusuri sejauh mana perbuatan tentang laporan tindak pidana kasus pencabulan dan persetubuhan ini," kata Direskrimum Polda Jateng Kombes Djuhandani Rahardjo Puro.
 
Pada proses olah TKP awal menghadirkan tersangka pencabulan, yaitu seorang guru agama sekaligus Pembina OSIS SMP Gringsing berinisial AM, 33.
 
Proses olah TKP awal berlangsung selama dua jam. Ada tiga lokasi dalam rekonstruksi, yaitu ruang OSIS, ruang kelas di lantai dua, dan musala sekolah.
 
Kemudian sejumlah barang bukti yang masuk dalam rekonstruksi, antara lain kursi kayu, matras atau alas yang digunakan tersangka melakukan pencabulan, dan sejumlah formulir OSIS untuk memuluskan modus pencabulan. (Ant/OL-16)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Lantik Pengurus Babel, Rampai Nusantara Buka Posko Pengaduan BLT

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:04 WIB
Selain sektor pariwisata, Negeri Serumpun Sebalai itu memiliki kekayaan alam melimpah yakni sektor pertambangan yang akan sangat memacu...
MI/Supardji Rasban

Ratusan Peserta Dari Berbagai Daerah Ramaikan Lomba Layang Adu di Tegal

👤Supardi Rasban 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 20:59 WIB
AJANG lomba adu layang-layang Wali Kota Tegal Cup 2022 digelar di Lapangan Kelurahan Debong Tengah, Sabtu...
ANTARA

Lamongan Optimis Siap Terapkan Kurikulum Merdeka

👤M Yakub 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 20:38 WIB
PEMKAB Lamongan, Jawa Timur, optimistis bisa menerapkan Kurikulum Merdeka di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya