Senin 29 Agustus 2022, 19:10 WIB

Cabuli Puluhan Siswi, Guru SMP di Batang Ditangkap Polisi

Akhmad Safuan | Nusantara
Cabuli Puluhan Siswi, Guru SMP di Batang Ditangkap Polisi

DOK.MI
Ilustrasi pencabulan

 

DIDUGA melakukan pencabulan terhadap puluhan siswinya, seorang guru agama berstatus aparatur sipil negara (ASN) di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, ditangkap polisi.

Berdasarkan pemantauan Media Indonesia, Senin (29/8), seorang guru agama di sebuah SMP di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, inisial AM, tidak dapat berkutik ketika ditangkap petugas Satuan Reserse dan Kriminal Polres Batang setelah mendapatkan laporan tindak pidana pencabulan terhadap siswi di sekolah tersebut.

Bahkan, tidak hanya satu siswi yang melapor telah menjadi korban pencabulan oleh guru bertatus ASN tersebut. Diperkirakan puluhan siswi telah menjadi korban kebiadaban guru yang seharusnya mendidik dan melindungi para muridnya.


Baca juga: Polres Sleman Tetapkan 12 Tersangka Pengeroyokan Tewaskan Suporter PSS


"Iya tersangka sudah kami amankan setelah ada laporan," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Batang Ajun Komisaris Yorisa Prabowo.

Tersangka berinisial AM tersebut, lanjut Yorisa, berdasarkan pemeriksaan petugas telah mengakui perbuatannya. Jumlah korban diperkirakan mencapai puluhan orang. "Laporan resmi yang masuk sementara tujuh orang merupakan murid di sekolah itu," tambahnya.

Tersangka selain guru agama di sekolah tersebut, kata Yorisa, juga pembina OSIS, sedangkan modus pencabulan dilakukan melalui kegiatan
organisasi siswa tersebut yakni dengan cara membujuk rayu korban, sehingga ada siswa yang dilecehkan secara seksual tetapi ada yang hingga disetubuhi.

Aksi bejat guru tersebut dilakukan sejak Juni hingga Agustus dengan korban diperkirakan mencapai sekitar 30 orang. Kemungkinan siswi lain menjadi korban masih takut melapor karena masih anak-anak.

"Dalam aksinya, tersangka melakukan pencabulan di lingkungan sekolah. Dia terancam pasal 81-82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan Pasal 29 ayat 2 dengan ancaman tujuh tahun penjara," ujar Yorisa. (OL-16)

 

Baca Juga

dok.ist

Komunitas Nelayan Pesisir di Takalar Dukung Ganjar Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 11:52 WIB
KOMUNITAS Nelayan Pesisir Kabupaten Takalar mengkonsolidasi dukungan Ganjar Pranowo Presiden 2024 di Desa Lakatong, Mangarabombang,...
dok.ist

Tokoh Adat Papua Kutuk Pelaku Korupsi yang Lecehkan Hak Rakyat

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 11:44 WIB
DUKUNGAN kepada KPK untuk memberantas korupsi di wilayah Papua terus berdatangan. Kali ini disuarakan oleh tokoh adat Sentani, Boas Assa...
MI/DENNY SUSANTO

Kopi Lokal Kalsel, di Antara Antusias Petani dan Kendala Birokrasi

👤Denny Susanto 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 11:10 WIB
Komoditas kopi ini sedang naik daun dan generasi muda cukup antusias mempelajari bisnis kopi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya