Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui stasiun di Balikpapan mendeteksi adanya 14 titik panas tersebar di Provinsi Kalimantan Timur.
"Sebanyak 14 titik panas tersebut terpantau hari ini mulai pukul 01.00 WITA hingga pukul 17.00 WITA," ujar Prakirawan Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Kota Balikpapan Carolina Sibarani, Sabtu (27/8).
Adapun sebaran 14 titik panas tersebut telah diinformasikan ke instansi terkait. Khususnya, kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), baik di tingkat provinsi maupun daerah setempat, agar mendapat penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Titik Api Bertambah 10 Kali Lipat, Sumut Siaga Karhutla
Sehari sebelumnya, pihaknya juga mendeteksi 20 titik panas yang tersebar di empat kabupaten. Kemudian, langsung diinformasikan ke pihak terkait, sehingga titik panas tersebut sudah hilang.
Diketahui, 14 titik panas yang terpantau pada hari ini tersebar di empat kabupaten. Itu merupakan titik panas yang berada di lokasi berbeda, meskipun masih di wilayah kabupaten yang sama.
Empat kabupaten yang terdeteksi memiliki titik panas, yakni Kabupaten Kutai Barat terdeteksi 1 titik panas, Kutai Timur 8 titik, Kutai Kartanegara terdeteksi 2 titik dan Kabupaten Berau terdeteksi 3 titik panas.
Baca juga: Pengendalian Karhutla Kunci Menuju FOLU Net Sink 2030
Rinciannya, untuk 1 titik panas di Kutai Barat berada di Kecamatan Bongan dengan tingkat kepercayaan menengah, pada koordinat 116.2600 bujur dan -0.6946 lintang. Lalu, di Kutai Timur yang terdeteksi 8 titik panas, tersebar pada lima kecamatan.
Adapun rinciannya, yakni Kecamatan Bengalon ada 3 titik, Kecamatan Kaubun, Rantau Pulung, Muara Bengkal masing-masing terdeteksi 1 titik dan Kecamatan Sangatta Utara ada 2 titik panas.
Untuk dua titik panas di Kutai Kartanegara, tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Loa Kulu dan Kecamatan Kota Bangun. "Sedangkan tiga titik panas yang berada di Kabupaten Berau, tersebar di dua kecamatan, yakni satu titik di Kecamatan Gunung Tabur dan dua titik
di Kecamatan Segah," pungkas Carolina.(ANT/OL-11)

Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
CUACA sangat terik di Lembata, Nusa Tenggara Timur, akhir-akhir ini memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin masif.
SEORANG pekerja perusahaan sawit bernama Muhammad Rosaid Amar alias Edo (33) tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur.
Sepanjang 2025, tim peneliti berhasil mencatat 1.618 jenis flora dan fauna. Terdapat penambahan 275 jenis flora dan fauna baru yang teridentifikasi di kawasan tersebut.
Wapres Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke IKN Kalimantan Timur meninjau fasilitas pendidikan dan pasar, masyarakat antusiasi berfoto dengan Gibran di IKN
Sebanyak 7 unit alat berat jenis ekskavator diamankan dari lokasi terpisah didalam kawasan Taman Nasional Kutai, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
GUBERNUR Kalimantan Timur Rudi Mas'ud (Harum) berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai instrumen utama dalam memutus rantai kemiskinan dan kebodohan di Bumi Etam.
Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat di Kelurahan Lempake yang masih menghadapi tantangan ketahanan pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved