Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Peristiwa ini melibatkan dua kabupaten/kota yakni Kota Banjarbaru dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, karhutla Kalsel ini sempat memicu kekhawatiran warga akibat meluasnya area terdampak.
Total lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektar, dengan titik-titik kejadian tersebar di beberapa lokasi. Di Kota Banjarbaru, kebakaran terjadi di dua lokasi Kelurahan Landasan Ulin, Kecamatan Liang Anggang dengan luas lahan terbakar sekitar 0,001 hektar, serta di Kelurahan Sei Tiung, Kecamatan Cempaka yang merupakan titik terparah dengan luas lahan terdampak mencapai 5 hektar.
Sementara itu, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, karhutla terjadi di Kelurahan Barabai Timur, Kecamatan Barabai, dengan luas terbakar sekitar 0,01 hektar. BPBD Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat dengan melakukan observasi dan pendataan di lokasi kejadian.
"Upaya pemadaman dilakukan secara langsung di lapangan, dengan dukungan satu unit water supply berkapasitas 4.000 liter yang digunakan untuk membantu proses pemadaman api di area terdampak. Kondisi cuaca panas dan lahan yang kering akibat musim kemarau menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran ini," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (31/7).
Pemadam karhutla, dan unsur masyarakat setempat, seluruh titik api berhasil dipadamkan pada hari yang sama. Saat ini, kondisi telah dinyatakan aman dan proses pemantauan pasca kejadian masih terus dilakukan guna mencegah potensi munculnya titik api baru.
Tidak hanya di Kalimantan Selatan, karhutla juga terjadi di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Peristiwa ini terjadi di Desa Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, pada Rabu, (30/7) sekitar pukul 12.21 WITA. Berdasarkan hasil peninjauan awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh kemarau panjang yang menyebabkan kondisi lahan menjadi sangat kering dan mudah terbakar.
"Dalam kejadian tersebut, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 1,3 hektar. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun kebakaran menimbulkan kekhawatiran karena terjadi di tengah cuaca ekstrem dan angin kencang yang berpotensi mempercepat penyebaran api ke area yang lebih luas, termasuk mendekati wilayah permukiman," ujar dia.
Upaya dilakukan dengan menyemprotkan air menggunakan mobil tangki BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Penajam Paser Utara, mobil pemadam Dinas Pertanian, serta mobil Armored Water Canon milik Polres Penajam Paser Utara. Langkah ini dilakukan secara cepat dan terkoordinasi untuk meminimalkan dampak kebakaran.
Kondisi terkini, seluruh titik api telah berhasil dipadamkan, dan proses pendinginan telah dilakukan untuk mencegah kebakaran susulan. Petugas juga melakukan monitoring lanjutan di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada titik api baru yang muncul dari barat yang tersisa.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara terbuka, terutama selama musim kemarau. Partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian seperti ini sangat penting demi percepatan respons dan penanganan. (H-3)
Bantuan tersebut akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Titik panas atau hotspot yang diduga adanya kebakaran hutan dan lahan (kahutla) bertebaran di sejumlah titik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sejak sepekan.
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) terus terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel).
Karhutla yang terjadi di Kalsel tahun ini jauh lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya karena kemarau basah.
POLDA Kalimantan Selatan (Kalsel) menerbitkan maklumat larangan membakar lahan bagi masyarakat dan korporasi, guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah tersebut.
Beberapa lokasi kawasan hutan ikut terbakar, sejauh ini berdasarkan laporan ada sekitar 20 hektare.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mulai mempersiapkan aksi pembasahan lahan gambut guna mengantisipasi ancaman meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved