Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JHONLIN Group melalui program corporate social responsibility (CSR) membantu 1.400 orang pekerja informal atau pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) nelayan, pedagang kaki lima, fakir miskin dan guru ngaji mendapatkan Program BPJS Ketenagakerjaan.
"Tujuan program CSR Jhonlin Group ini untuk memberikan edukasi pentingnya sebuah perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja informal atau mereka yang bukan penerima upah. Selain itu, JG berupaya meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat dengan adanya manfaat yang diberikan dari BPJS Ketenagakerjaan, baik berupa santunan hingga beasiswa untuk dua anak," kata Khalied Abe, CSR Jhonlin Group, di Tanah Bumbu, Kalsel, Selasa (23/8).
Menurut Khalied, seluruh unit usaha di bawah JG masing-masing memberikan bantuan untuk 200 pekerja BPU sehingga total mencapai 1.400 orang. Para pekerja BPU itu mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan dengan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
"Manfaat perlindungan saat para peserta sedang mencari nafkah dan perlindungan berupa santunan jika peserta tutup usia. Selain itu adanya manfaat beasiswa sebesar Rp174 juta bagi dua anak (dari TK hingga Perguruan Tinggi)," papar Khalied.
Program ini akan bertambah, mengingat masih banyak para pekerja informal yang rentan dalam pekerjaannya dan belum tercover BPJS Ketenagakerjaan dari beberapa profesi, seperti montir atau mekanik, pedagang sayur keliling dan lainnya.
Rajiman, salah satu pedagang kaki lima yang menerima bantuan BPJS Kesehatan menyatakan terima kasih kepada Jhonlin Group.
"Terima kasih kepada pihak perusahaan yang membantu kita, yang ibaratnya pegawai tanpa gaji. Program bantuan ini sangat baik karena bermanfaat sekali jika suatu saat ada kendala, jadi bisa membantu," ujar Rajiman.
baca juga: Jhonlin Badminton Club Sabet Juara di Dua Kategori Liga Banua V
Sementara, Murniati, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tanah Bumbu juga mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada JG yang telah membangun hubungan kemintraan yang harmonis dan strategis.
"Terima kasih BPJS Ketenagakerjaan mendapat kepercayaaan akan penyaluran program CSR dari perusahaan khususnya JG Group. Terima kasih juga telah mendukung dan mengedukasi program pemerintah di bidang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, khususnya bagi para pekerja rentan di Kabupaten Tanah Bumbu," kata Murniati.
Khalied Abe berharap program CSR JG berupa BPJS Ketengakerjaan ini bakal mengedukasi masyarakat dengan baik akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. (N-1)
Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Makassar kembali melakukan terobosan dengan menambahkan Program Jaminan Hari Tua bagi 45.000 pekerja rentan
Hingga Senin (5/1), pemerintah belum mengeluarkan regulasi resmi terkait pengaktifan kembali BSU di tahun anggaran 2026.
Sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di tanah air harus dituntaskan.
BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan perlindungan penuh bagi PMI Sigit Aliyando yang mengalami kecelakaan di Korea Selatan, mulai dari perawatan hingga pemulangan ke Tanah Air.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, peralatan masak, perlengkapan kebersihan, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang terdampak bencana.
Bantuan yang disalurkan meliputi 26 ton beras, paket sembako, perlengkapan sekolah, dan peralatan masak.
Yassierli menerangkan aturan THR untuk pekerja lepas itu sudah mau difinalisasi.
Karena ketatnya persaingan di dalam market freelancer itu sendiri, maka harus memiliki strategi untuk dapat bersaing.
Peluang kerja yang minim di Indonesia juga menjadi salah satu faktor para pemuda Indonesia lebih fokus mencari pekerjaan hybrid
Sekda Kota Banjarbaru, Said Abdullah menekankan relawan sosial harus dekat dengan masyarakat yang ditunjukkan selama kegiatan para relawan menginapnya di rumah warga.
CEO Sribu Ryan Gondokusumo mengungkapkan, platformnya ;ahir dengan cita-cita untuk mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia serta meningkatkan perekonomian Indonesia.
Pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pekerja belum menjadi budaya di perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved