Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH dihantam gelombang tinggi, dua nelayan tradisional asal Desa Kuala Baru Sungai, Kecamatan Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, tenggelam terbawa arus, pada Selasa. Akibatnya seorang di antara mereka hilang dan satu temannya berhasil diselamatkan oleh nelayan lain.
Korban hilang bernama bernama HS, 45, dan yang berhasil diselamatkan IS, 40. Kedua nelayan kecil pengguna perahu kayu itu adalah saban hari mencari ikan di perairan laut Samudera Hindia, lepas pantai Kuala Baru.
Camat Kuala Baru, Mansurdin, mengatakan awalnya Selasa pagi dua nelayan itu turun mencari ikan di kawasan Suak Bakung. Ketika mereka pulang, hendak memasuki Muara Sungai Kuala Baru, sekitar pukul 12.30 Wib, perahu mesin yang mereka tumpangi dihantam ombak besar.
Karena tergulung gelombang dan masuk air, kedua nelayan itu terhempas terbawa arus. Berkat bantuan nelayan lain dan warga sekitar, IS berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Adapun korban hilang HS masih dilakukan pencarian dengan menyisir lokasi kejadian.
Hingga pukul 18.00 Wib Selasa sore korban belum juga ditemukan. Pada hari ini Rabu pagi, pencarian kembali dilanjutkan. "Kami mohon kepada Allah semoga korban segera ditemukan dalam kondisi selamat," ucap Muhammad, warga Kuala Baru.
Catatan Media Indonesia, di perairan laut Samudera Hindia kawasan Kabupaten Aceh Singkil, sering terjadi cuaca buruk dan gelombang tinggi. Lantaran itu kerapkali pasokan bahan pokok melalui jalur laut ke kampung-kampung di pedalaman pinggiran pantai dan kawasan kepulauan terpencil di Aceh Singkil, terhenti terhalang cuaca buruk.
Bahkan kapal tujuan dari Singkil ke Pulau Banyak atau sebaliknya sering tidak berlatar saat gelombang besar. (OL-13)
Baca Juga: Loka POM Kota Tasikmalaya Sita Ribuan Kosmetik Ilegal Berbahaya
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Farita Rachmawati, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten
CUACA Jawa Tengah hari ini 27 Februari 2026 diprakirakan waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi di 10 daerah. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang
SEJUMLAH komoditas bahan pokok di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami kelangkaan dalam dua pekan terakhir menjelang Ramadan 2026.
BMKG Palembang peringatkan potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan Sumsel & Banyuasin pada 18-21 Februari 2026. Simak risiko pelayarannya.
BMKG peringatkan gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di perairan Sumatera Utara 18–20 Feb 2026. Nelayan diminta waspada terhadap keselamatan pelayaran.
BMKG Batam imbau masyarakat Kepri waspada gelombang tinggi 17 Februari 2026 saat Gerhana Matahari Cincin. Hujan ringan juga diprediksi terjadi.
Ditambah lagi cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan deras masih sering menghantui kawasan provinsi di ujung barat Indonesia itu.
Perubahan jalur jelajah akibat bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor juga diduga kuat mengubah pola pergerakan serta habitat alami gajah.
Diduga akibat tersengat kawat yang dialiri arus listrik bertegangan tinggi. Saat ditemukan, belalai gajah masih dalam kondisi terlilit kawat listrik.
Tahun 2024 Study Abroad Aide menempatkan USK tersebut di tangga 22 persen kampus terbaik dunia kategori universitas tujuan mahasiswa internasional.
BRIN menjelaskan lubang besar di Aceh Tengah bukan fenomena sinkhole, melainkan longsoran geologi akibat batuan tufa rapuh, hujan lebat, dan faktor gempa bumi.
Seorang petani di Bener Meriah, Aceh, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar saat mencoba mengusir satwa tersebut dari kebunnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved